Penipuan Calon Haji


ilustrasi
ilustrasi

SEORANG pegawai negeri sipil (PNS) di Purworejo, DS (56) warga Jalan Brigjen Katamso Purworejo berhasil mengecoh calon jemaah haji hingga yang bersangkutan meraup uang Rp 2,2 miliar. Sekurangnya 38 orang berhasil ia kelabui dan tak pernah diberangkatkan ke Mekah sesuai yang ia janjikan. Padahal mereka telah menyetor lunas rata-rata Rp 60 juta per orang.

Biar mulus dalam menjalankan aksinya, DS menggunakan nama biro haji Al Balad Al Amin. Setelah dicek, biro ini tak pernah menerima setoran dari DS. Boleh jadi DS hanya mengaku-aku sebagai petugas agen biro haji.

Para korban akhirnya lapor ke polisi dan DS berhasil ditangkap. Pertanyaannya, apakah dengan ditangkapnya DS, uang para calon jemaah kembali ? Jawabnya belum tentu. Apalagi, berdasar pengakuan DS yang telah resmi dijadikan tersangka, uang calon jemaah sudah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kasus ini mengingatkan kita pada kasus First Travel yang hingga kini telah diputus secara pidana. Bos First Travel terbukti melakukan tindak pidana dan dihukum, sementara asetnya disita negara. Lantas, bagaimana dengan nasib para calon jemaah yang telah menyetor uang namun tidak diberangkatkan? Hingga saat ini mereka tak pernah menerima pengembalian uang dari First Travel. Tragisnya, uang tersebut justru disita negara. Bukankah uang itu milik calon jemaah yang tertipu First Travel ?

Boleh jadi calon jemaah haji korban penipuan DS nasibnya sama dengan korban First Travel. Pelakunya dihukum, namun uang jemaah tidak kembali.
Hanya saja untuk kasus ini, korban penipuan DS masih tetap dimungkinkan untuk mendapat pengembalian uangnya. Apalagi status DS yang notabene PNS, polisi dapat mengupayakan agar asetnya digunakan untuk membayar para calon jemaah yang ditipu. Atau, setidaknya masih ada uang calon jemaah yang tersisa di tangan DS.

Untuk apa pelaku dihukum tapi uang calon jemaah tidak kembali ? Sebab, bagi calon jemaah yang penting adalah uang kembali, terlepas pelaku dihukum atau tidak.

Kasus penipuan tersebut harus diselesaikan secara cepat dan efektif. Proses pidana jalan terus, sementara aspek perdatanya juga jalan. Bagaimanapun uang calon jemaah harus kembali.(Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Penasihat hukum AA Hasibuan SH saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
KASUS PENGANIAYAAN SUPORTER BOLA- Penasihat Hukum Nilai Hwn Bukan Pelaku Utama

BANTUL (MERAPI) - Tim penasihat hukum AA Hasibuan SH dan Ali Subekti SH menilai terdakwa Hwn, salah satu suporter sepakbola

Close