Konflik Rebutan Rezeki


ilustrasi
ilustrasi

REZEKI memang harus dicari. Tapi kalau sampai harus berkonflik dengan orang lain, tentu bisa menimbulkan masalah baru. Bahkan, dampaknya tidak saja dirasakan oleh orang yang berkonflik, melainkan juga orang lain yang sebenarnya tidak terlibat langsung atas konflik tersebut. Itulah yang terjadi di kawasan Stadion Sultan Agung (SSA) yang digunakan untuk pasar Sunday Morning (Sanmor).

Diduga dipicu rebutan lahan parkir, ratusan pedagang terkena dampak merugi karena tidak bisa lagi berjualan di tempat tersebut (sebelah utara SSA). Padahal, mereka tidak salah apa-apa. Mereka hanya berjualan barang-barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari pakaian hingga makanan. Tapi lantaran ada konflik di lahan parkir, pasar tersebut terpaksa ditutup demi menjaga situasi kondusif.

Jelas, semua berlatar belakang ekonomi (uang). Sangat logis bila parkiran di tepi jalan sebelah utara SSA mendatangkan uang cukup banyak seiring berjubelnya konsumen yang hendak membeli barang di Sanmor. Lahan yang empuk inilah nampaknya yang diperebutkan sejumlah orang atau kelompok. Sementara, dilihat statusnya, lahan parkir tersebut tidak masuk dalam otoritas pengelola SSA, sehingga dianggap ilegal atau paling tidak tak punya izin.

Jika demikian, logikanya, apakah orang-orang yang berjualan di Sanmor juga tidak memiliki izin berjualan ? Kalau tidak memiliki izin mengapa mereka dibiarkan ? Tentu pemerintah setempat harus bijak, sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum, bahkan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, semestinya para pedagang ini difasilitasi, entah itu dengan mengeluarkan izin atau apapun namanya.

Jika ini sudah clear, konsekuensinya area parkir juga harus disediakan. Bukankah menjadi aneh, pasarnya legal, namun area parkirnya tidak legal. Padahal, pembeli yang umumnya membawa sepeda motor maupun mobil butuh tempat parkir. Karena itu, pemerintah Kabupaten Bantul hendaknya segera bertindak cepat mencari solusi yang bersifat win-win solution, tidak ada pihak yang menang dan kalah. Intinya, kemanfaatan harus dirasakan sebanyak-banyaknya orang.

Kalaupun saat ini Sanmor ditutup, hendaknya bersifat sementara. Ajaklah pengelola parkir yang selama ini beroperasi di tempat tersebut duduk bersama dengan pihak yang bersengketa dengan difasilitasi pemerintah. Apa yang mereka inginkan, kemudian apa yang bisa difasilitasi pemerintah, serta sejauh mana keinginan mereka diakomodir sepanjang tidak melanggar aturan tetap harus diperhatikan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Andika Pandu bersama relawan usai berikan sosialisasi 4 Pilar
TATAP MUKA BERSAMA RELAWAN PANDU Andika Pandu Sosialisasi 4 Pilar

ANGGOTA Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonbesia Raya (Gerindra) Andika Pandu Puragabaya saat ini

Close