Curi CD dan BH Bekas


ilustrasi
ilustrasi

PENCURIAN tak selalu berlatar belakang ekonomi. Bisa saja karena motif tertentu atau gabungan dari keduanya. Misalnya kasus pencurian yang terjadi di Cokrodirjan beberapa hari lalu, selain berlatar belakang ekonomi, juga dimungkinkan ada motif lain. Gy (25), warga Pajeksan Sosromenduran Gedongtengen Yogya kepergok mencuri pakaian dalam wanita di kos Aninda sekitar pukul 01.30. Korban berteriak minta tolong sehingga mengudang perhatian anak kos, dan dalam waktu singkat pelaku dibekuk.

Ternyata, selain mencuri pakaian dalam perempuan, Gy juga mencuri HP dan kartu ATM milik korban. Setelah digeledah, polisi juga menemukan pil koplo di rumah pelaku. Pelaku yang notabene pengangguran ini kini harus meringkuk di sel tahanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pertanyaannya, mengapa Gy mencuri celana dalam (CD) dan BH ? Polisi menduga Gy mengalami kelainan seksual. Bisa jadi dugaan ini benar. Sebab, celana dalam dan BH bekas tidak memiliki nilai ekonomi. Kalaupun ada, nilai ekonominya sangat kecil. Mana ada orang jualan celana dalam bekas ?

Padahal, pencurian sebagaimana dimaksud dalam KUHP, mensyaratkan harus ada nilai ekonomi barang yang dicuri. Rumusan ini sempat mengundang perdebatan panjang di kalangan ahli hukum. Misalnya, bisakah orang mencuri mayat ? Bukankah mayat tidak memiliki nilai ekonomi, atau tidak bisa dianggap sebagai barang yang bernilai ekonomi ? Namun siapapun yang mencuri mayat tetap dapat dihukum.

Bila memiliki nilai ekonomi, maka barang tersebut dapat dijadikan objek transaksi jual beli atau perniagaan. Lantas, bagaimana dengan celana dalam dan BH bekas ? Andaikan celana dalam dan BH tersebut baru, tentu saja memiliki nilai ekonomi karena bisa diperjualbelikan. Sedangkan celana dalam dan BH bekas hanya punya nilai khusus bagi orang yang mendapatkannya. Nilai khusus ini tentu bukan bersifat ekonomi, karenanya ada dugaan kuat Gy punya kelainan seks sehingga mencuri celana dalam dan BH bekas.

Mau diapakan barang-barang tersebut, entahlah itu urusan Gy. Polisi mungkin hanya akan fokus pada pencurian HP maupun ATM yang notabene ada nilai ekonominya, serta kepemilikan pil koplo. Meski demikian, dalam pemeriksaan terhadap Gy polisi sebaiknya melibatkan ahli jiwa atau psikiater guna mengetahui persis mengapa Gy mencuri celana dalam dan BH bekas. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Mayat Naik Motor

HEBOH orang bawa mayat dengan sepeda motor terjadi lagi. Sebelumnya, di Yogya seorang istri membawa suaminya yang sudah meninggal dengan

Close