Mayat Naik Motor


ilustrasi
ilustrasi

HEBOH orang bawa mayat dengan sepeda motor terjadi lagi. Sebelumnya, di Yogya seorang istri membawa suaminya yang sudah meninggal dengan menggunakan sepeda motor untuk kemudian dibakar di suatu tempat. Ini bukan kasus pembunuhan, tapi berlatarbelakang ekonomi semata. Sedang kasus yang kedua, yang baru-baru ini terjadi, seorang laki-laki yang belakangan diketahui berinsial DS (28) kos di Gowok Caturtunggal Depok Sleman, membawa mayat pacarnya dengan meletakkannya di jok motor depan ke Magelang. Selanjutnya mayat yang teridentifikasi bernama Anisa (22), mahasiswi UPN, dibuang di saluran irigasi.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap DS di Alun-alun Utara Yogya. Pertanyaan umum: mengapa aksi DS yang membawa mayat pacarnya dari Yogya ke Magelang sampai tidak ketahuan ? Mayat kok naik motor ? Dibungkus dengan apapun, mengapa juga
masyarakat tidak tahu apa yang dibawa DS selama dalam perjalanan Yogya-Magelang. Sudah sedemikian abaikah masyarakat terhadap orang lain ?

Padahal, serapi-rapinya membawa mayat dengan sepeda motor, pasti orang yang melihatnya akan mudah curiga lantaran dari bentuknya sudah nampak sangat spesifik. Kasus ini tentu menjadi sangat unik, meski sebelumnya pernah ada kejadian serupa, namun bukan kasus pembunuhan.

Kasus tersebut pun makin terkuak setelah pelaku pembunuhan terhadap Anisa mengaku terus terang. DS membunuh pacarnya karena dibakar rasa cemburu. Entahlah, apa yang dilakukan Anisa sehingga membuat DS cemburu dan gelap mata. Padahal, pertemuan mereka sebelumnya hanya melalui media sosial (medsos).

Lagi-lagi, kekuatan medsos sangat dahsyat sampai mampu menggerakkan hati seseorang untuk berbuat sesuatu. Singkat cerita, mereka menjalin asmara dan ketemu darat alias pacaran. Berawal dari rasa cemburu itulah yang kemudian DS nekat mencekik pacarnya hingga tewas
dan selanjutnya membawa mayatnya menggunakan motor.

Agaknya, DS tergolong pembunuh berdarah dingin. Bahkan ia masih bisa bermain di Alun-alun Utara sampai akhirya ditangkap petugas. Tindakan DS bisa diancam pasal berlapis, yakni pembunuhan dan tindakan menyembunyikan mayat. Ada indikasi DS membuang mayat pacarnya agar jejaknya tidak terlacak. Namun polisi lebih sigap dan mampu mengungkap kejahatan DS. Catatan penting, agaknya masyarakat sudah tidak peka lagi ketika terjadi kejahatan di sekitarnya. Ini tentu menjadi PR bagi kepolisian untuk lebih intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kesadaran melapor. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS- PN Bantul Siap Beri Pelayanan Transparan

BANTUL (MERAPI) - Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pengadilan Negeri (PN) Bantul telah mencanangkan pembangunan Zona Integritas (ZI), Rabu (6/3).

Close