Awasi Anak Sekolah


ilustrasi
ilustrasi

PARA orangtua yang memiliki anak perempuan, kini harus lebih hati-hati, terutama saat pulang sekolah. Kalau tidak bisa menjemput, setidaknya orangtua bisa memastikan putrinya pulang sekolah dengan aman. Bagaimana bila yang menjemput adalah temannya ? Haruslah
dipastikan siapa temannya itu.
Kejadian di Purworejo beberapa hari lalu sungguh membuat kita miris. Seorang siswi SMP menjadi korban pencabulan 5 remaja. Petaka itu berawal ketika siswi tersebut, sebut saja Kencur (15) dijemput dua pelaku menggunakan mobil Avanza, yakni SR (23) warga Kecamatan Purworejo dan T (15) warga Bagelen, yang notabene sudah dikenal Kencur.
Singkat cerita, Kencur dibawa ke rumah kosong kemudian dicekoki minuman keras, selanjutnya dicabuli dua pelaku. Usai mencabuli mereka meninggalkan Kencur dan selanjutnya 3 pelaku lainnya (seorang masih di bawah umur) datang giliran mencabuli Kencur. Setelah itu oleh salah
seorang pelaku Kencur diantar di dekat rumahnya. Orangtua mana tidak marah melihat putrinya pulang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dicabuli 5 orang ? Kasus itu pun dilaporkan ke polisi dan dalam waktu singkat mereka diamankan.
Mungkin boleh disebut beruntung, dua orang yang masih anak-anak tidak ditahan melainkan dititipkan di Lapas Anak Kutoarjo sembari menunggu proses hukum. Ya, mereka, termasuk dua anak di bawah umur akan tetap menjalani proses hukum, meski hukumannya tidak sama dengan tiga pelaku lain yang tergolong dewasa.
Lagi-lagi, semua berawal dari miras. Bisa disebut miras adalah sumber malapetaka. Tapi tentu saja pelaku tak bisa berdalih mabuk sehingga melakukan pencabulan. Tindakan mabuk tak bisa menjadi alasan pembenar maupun pemaaf atas tindak pencabulan. Mungkin tak terbersit di pikiran
mereka bahwa tindakannya bakal berbuntut hukum.
Tiga orang dewasa pelaku pencabulan bakal terancam hukuman berat, yakni maksimal 15 tahun penjara. Belum lagi denda yang jumlahnya sangat besar dan kalau tak mampu membayarnya akan diganti dengan hukuman penjara. Hukuman penjara yang berat ini patut mereka terima karena telah menghancurkan masa depan Kencur.
Pelajaran paling berharga, jangan sekali-kali orangtua mengendurkan pengawasan terhadap putrinya. Sebab, para predator seks terus bergentayangan mencari sasaran. Bahkan, boleh jadi predator itu adalah teman sendiri. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
SEGERA DIADILI- Pengedar Obat Keras Ditahan di Rutan

BANTUL (MERAPI) - Pengedar obat keras atau daftar G, ZA (24) warga Gonalan Timbulharjo Sewon Bantul telah dilimpahkan ke Pengadilan

Close