Maling di Rumah Sakit


ilustrasi
ilustrasi

KEJAHATAN bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja. Area publik sepertinya juga menjadi sasaran empuk aksi kejahatan, bahkan di tempat yang terkadang tidak disangka-sangka, misalnya rumah sakit. Semua orang pasti mahfum bahwa rumah sakit adalah tempat orang dirundung malang, kena musibah penyakit—meski sebagian ada yang bahagia karena melahirkan anak.

Masyarakat awam kadang tidak mengira bahwa di rumah sakit ternyata ada maling. Maling ini justru memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, yaitu di tengah orang sedang mengalami kesusahan. Tapi kasus yang terjadi di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Kota Salatiga
beberapa hari lalu lain lagi. Si maling justru mengincar barang milik petugas medis.
Berlagak sebagai pengunjung, si maling yang belakang berhasil dibekuk, menggasak barang-barang milik perawat di salah satu ruang paviliun.

Selain menggasak uang belasan juta rupiah, Sgt (37), maling itu, juga membobol ATM milik salah satu korbannya yang kebetulan no PIN sudah diketahui lewat identitas korban. Tapi akhirnya sepak terjang Sgt terhenti setelah petugas berhasil membekuknya.

Modus yang diterapkan Sgt nampaknya biasa-biasa saja, bahkan cenderung konvensional. Ia menyaru sebagai pengunjung dan tidur di bangku-bangku pengunjung. Karena pemandangan seperti itu dianggap lazim, tidak ada pihak rumah sakit yang mencurigainya. Hingga saatnya petugas lengah, Sgt beraksi menggasak barang-barang milik perawat yang tidak dijaga.

Kasus di atas tentu bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengelola rumah sakit. Bukan berarti harus curiga kepada setiap pengunjung, melainkan harus hati-hati dan waspada. Sebab, di antara pengunjung yang berjubel itu ada orang jahat yang menyaru sebagai pengunjung.

Dalam kasus kemalingan di RS DKT Kota Salatiga, kesalahan sepenuhnya tak bisa dibebankan kepada petugas kemanan. Dimungkinkan saat itu kondisinya sepi, perawat sedang lelah sehingga tidak bisa fokus mengawasi barang miliknya. Situasi demikian kemudian dimanfaatkan
penjahat untuk mengambil keuntungan pribadi.

Kasus semacam itu tidak hanya terjadi di RS DKT Kota Salatiga saja, tapi juga di hampir semua rumah sakit. Karena itu, selain pengamanan diri diperketat, petugas keamanan rumah sakit juga harus proaktif patroli mengawasi pengunjung. Bila ada hal mencurigakan, bisa segera
diantisipasi sehingga tidak terjadi aksi kejahatan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KRT PUSPONEGORO I PENASIHAT MILITER PANGERAN DIPONEGORO (1) – Tak Rela Tanah Jawa Diinjak-injak Bangsa Asing

DARI sekian banyak pengikut Pangeran Diponegoro, tokoh bernama KRT Pusponegoro I merupakan salah satunya. KRT Pusponegoro I adalah keturunan langsung

Close