Bangga Lakukan Kejahatan


ilustrasi
ilustrasi

JUDUL di atas sengaja kita angkat atas dasar fakta bahwa anak klitih bangga ketika aksinya diaplot di media sosial. Mereka juga bangga bila ada netizen yang mengomentari aksinya. Sungguh aneh, melakukan kejahatan kok malah bangga. Itulah pengakuan tiga remaja yang melakukan aksi klitih di sejumlah lokasi di Sleman, di antaranya Seyegan, Mlati dan Godean.

Bahkan dalam semalam mereka bisa melempari 9 mobil dengan batu. Meski aksinya tidak menimbulkan korban jiwa, namun tindakan mereka sangat meresahkan masyarakat. Untung ketiga cah klitih ini berhasil dibekuk polisi menyusul laporan salah seorang korban yang kaca mobilnya pecah dilempari batu cah klitih. Ketiga bocah tersebut yakni D (16) remaja putus sekolah, S (18) pelajar SMK dan R (16) pelajar SMP, semua warga Sleman.

Mereka mengakui terus terang melakukan pelemparan hanya karena iseng dan sama sekali tidak kenal dengan korbannya. Sasarannya pun acak, siapa yang berpapasan dengan mereka langsung dilempari batu. Inilah bahayanya, melakukan kejahatan tapi tidak jelas motifnya. Lebih bahaya lagi, mereka malah bangga ketika tindakannya tersebar di media sosial dan banyak mendapat komentar dari netizen.

Gejala sosial macam apa ini ? Mungkin para sosiolog atau psikolog bisa menganalisis perilaku para remaja ini, megapa mereka justru bangga ketika melakukan kejahatan. Orangtua mereka juga patut diperiksa, jangan-jangan juga bangga melihat anaknya melakukan kejahatan. Jika jawabnya ya, tentu orangtua semacam ini patut mendapat terapi kejiwaan.

Bahwa polisi hanya menahan satu orang yang telah menginjak dewasa, tentu tepat. Namun bukan berarti dua bocah lainnya dilepaskan dari ancaman hukuman. Semua tetap diproses hukum berdasar Pasal 170 KUHP tentang perusakan barang di muka umum. Hanya saja, ancaman hukuman kepada mereka tidak seberat ancaman pidana orang dewasa.

Sebaiknya mereka tetap diproses ke pengadilan hingga divonis hakim. Tokh saat ini sudah ada lembaga pemasyarakatan yang diperuntukkan khusus anak-anak. Untuk apa ada Lapas Anak ? Tak lain untuk menampung anak-anak nakal seperti mereka.

Di Lapas Anak inilah mereka akan digembleng secara fisik dan mental agar memiliki kepribadian yang kuat dan tidak mengulangi perbuatannya. Bila mereka dilepas, dikhawatirkan kondisinya tidak berubah, menebar teror di masyarakat. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Leunca Sebagai Anti Bakteri

TANAMAN leunca memiliki khasiat kesehatan, baik buah maupun daunnya. Hanya saja di pasaran lebih mudah mendapatkan bagian buahnya saja. Adapun

Close