Penipuan Dealer Motor


ilustrasi
ilustrasi

PENIPUAN atau penggelapan oleh dealer motor sangat jarang terjadi. Mengapa ? Karena mereka mempertaruhkan nama baik di mata konsumen. Bila mereka melakukan kejahatan, dikhawatirkan konsumen akan lari karena takut seandainya kena tipu.

Kasus yang satu ini terasa aneh dan sangat jarang terjadi. IG, Kepala cabang diler motor Yamaha, Harpindo Jaya di Jalan Raya Monjali Sinduadi Mlati Sleman, diduga menggelapkan uang konsumen. Setidaknya ada 13 konsumen yang tertipu oleh ulah IG. Mereka telah menyetorkan uang pembelian motor secara cash, tapi motor tak juga dikirim.

Pembayaran tersebut dilakukan dengan bukti kuitansi berstempel Yamaha Harpindo Jaya. Namun hingga berbulan-bulan, motor tak juga dikirim. Sementara IG (36) warga Umbulharjo telah ditangkap polisi atas sangkaan penipuan atau penggelapan.

Anehnya, pihak dealer maupun kepala area Harpindo bungkam tak memberi penjelasan perihal kelakuan IG. Ada kesan seolah-olah yang dilakukan IG merupakan tanggung jawab pribadi. Padahal sangat jelas bahwa IG bertindak mewakili perusahaan, bahkan telah mengeluarkan kuitansi
resmi berstempel Harpindo Jaya.

Jika demikian, tentu konsumen sangatlah dirugikan. Bila pihak dealer Yamaha Harpindo Jaya lepas tangan atau tak mau bertanggung jawab, tentu bisa dipersoalkan secara hukum. Bagaimanapun, tindakan IG mengatasnamakan perusahaan yang notabene ia juga merupakan karyawan
resmi dealer Harpindo Jaya.

Buat apa konsumen menyetorkan uang hingga Rp 27 juta, namun tidak mendapatkan apa-apa ? Mereka menyetor uang karena membeli motor Yamaha dari dealer Harpindo Jaya. Jadi, kalau uang sudah disetor ke pihak dealer (dalam hal ini diterima kepala cabang IG), maka konsumen tersebut juga berhak mendapatkan motornya. Bahwa kemudian IG membawa lari uang setoran, tentu itu urusan pihak perusahaan dengan IG, bukan dengan konsumen. Sebab, konsumen hanya berhubungan dengan pihak dealer yang kebetulan diwakili IG.

Belajar dari kasus tersebut, konsumen tentu harus hati-hati ketika hendak membeli motor. Perjanjian yang bersifat resmi pun bisa diingkari atau dilanggar demi mengejar keuntungan pribadi, seperti dilakukan IG. Meski konsumen mendapat kuitansi resmi atas pembayaran motornya, ternyata tak menjamin mendapatkan barang yang telah dibeli.

Penipuan secara terang-terangan ini tentu sangat mempengaruhi kepercayaan konsumen. Bila pihak dealer Harpindo Jaya ingin kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat, segeralah kembalikan uang konsumen, atau berikan motor yang telah mereka bayar. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Akan Pesta Miras, 4 Pelajar Diamankan

YOGYA (MERAPI) - Sebanyak empat pelajar setingkat SMA diamankan anggota Polresta Yogya saat akan pesta miras, Sabtu (16/2) dini hari

Close