Konten Bugil di Medsos


ilustrasi
ilustrasi

BELUM semua orang paham etika dalam bermedia sosial (medsos), baik itu facebook, instragram, twitter dan sebagainya. Bila salah dalam memposting atau salah kirim, akibatnya bisa sangat fatal, karena dalam waktu singkat postingan yang salah itu sudah menyebar ke mana-mana tanpa bisa ditarik lagi. Apalagi, bila yang diposting atau dikirim berupa video atau foto-foto yang melanggar kesusilaan, dengan cepat akan menyebar ke mana-mana.

Seorang gadis, AS (17), warga Tegalrejo Magelang, agaknya telah menjadi korban kesesatan dalam bermedsos. Gara-gara terkecoh penampilan laki-laki di media sosial, AP (21), warga Mungkid Magelang, AS kini bukan saja harus menanggung malu, tapi juga mengalami kerugian materiil. Komunikasi intens melalui medsos, membuat AS benar-benar terpikat pada AP. Padahal, akun yang dipasang AP adalah akun palsu.

Singkat cerita, mereka berpacaran lewat medsos. Masalah muncul ketika AS memenuhi permintaan AP untuk mengirimkan video dan foto bugil dirinya. Nah, begitu video dan foto bugil AS dikirim, AP pun berulah dengan menyebarkannya ke teman-teman AS. Tak hanya itu, AP juga memeras AS agar mengirim uang bila tak ingin video dan foto bugilnya tersebar di medsos. Permintaan uang itu pun dipenuhi, namun tetap saja AP menyebar video dan foto bugilnya.

AS tentu dalam posisi yang sangat dilematis. Masih beruntung ia segera melapor ke polisi sehingga AP langsung ditangkap dan dijebloskan ke tahanan. Ia bakal dijerat UU ITE karena telah menyebarkan konten elektronik yang melanggar kesusilaan. AP diancam pidana penjara maksimal empat tahun dan/atau denda Rp 750.000.000.

Lantas bagaimana dengan nasib AS ? Ia memang telah terbebas dari aksi pemerasan, namun menyangkut video dan foto bugil yang telanjur tersebar tak mungkin ditarik lagi. Dikhawatirkan, video dan foto tersebut disebarkan lagi, meski di kalangan terbatas. Itulah konsekuensi atas peristiwa perngiriman konten di medsos.

Bagaimana hukum melindungi privasi AS ? Siapapun yang terbukti menyebarkan video dan foto bugil AS bakal dijerat hukum seperti dialami AP. Namun, bila tidak ketahuan, atau mengirim di kalangan terbatas, hukum sangat sulit menjangkaunya. Hukum baru efektif ketika konten tersebut sudah tersebar ke publik, apalagi viral. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SATLANTAS POLRES SLEMAN GELAR DISKUSI- Kaum Milenial Dominasi Korban Laka

NGAGLIK (MERAPI)- Jajaran Satlantas Polres Sleman menggelar 'Dialog Lintas Milenial', dengan menghadirkan perwakilan pelajar di Sleman. Kegiatan ini berlangsung di

Close