Teror Bakar Kendaraan

ilustrasi
ilustrasi


KALAU di Yogya ada klitih, di Semarang ada teror bakar kendaraan. Ini fenomena baru di Semarang. Setidaknya ada tujuh kasus pembakaran kendaraan, baik motor maupun mobil di Semarang. Peristiwanya antara lain terjadi di Mangkang Semarang dan Mlatiharjo Semarang Timur. Sejauh ini polisi belum berhasil mengungkap motif maupun pelakunya.

Kasus terbaru terjadi di Jalan Ciliwung Mlatiharjo Semarang, menimpa Maura Apriani (29) warga Jalan Ciliwung. Mobil Daihatsu Ayla miliknya yang diparkir di halaman rumah dibakar orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi Kamis pekan lalu sekitar pukul 03.30 atau menjelang Subuh. Kejadian tersebut diketahui tetangganya yang berteriak dan membangunkan pemilik mobil.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun dilihat kronologinya, jelas ada orang yang sengaja membakar mobil Maura. Sementara, motif atau tujuanya tidak jelas. Peristiwa ini tidak kalah mengerikan dengan aksi klitih di Yogya. Keduanya sama-sama teror dan menimbulkan korban. Selain itu, sama-sama tidak jelas motifnya. Justru ini yang sangat membahayakan, karena siapapun bisa menjadi korban.

Peristiwa tersebut menjadi tantangan bagi kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motifnya, apakah mereka melakukan teror karena iseng atau faktor lain. Kiranya tidaklah cukup hanya menyarankan agar masyarakat berhati-hati dan tidak memarkir kendaraan di depan rumah atau pinggir jalan. Kepolisian tetap harus berusaha menangkap pelaku. Sebab, bila mereka tetap berkeliaran di jalan, masyarakat makin resah.

Kepolisian harus lebih intens menggelar patroli, kalau perlu menambah jam patroli. Boleh jadi ini hanya semacam test case

bagi pihak-pihak tertentu untuk mengetahui kesiapan masyarakat menghadapi ancaman. Itu baru motor dan mobil. Jika dibiarkan, dikhawatirkan bisa meluas ke objek lainnya seperti permukiman dan sebagainya.

Dilihat dari skalanya, teror pembakaran mobil dan motor tak kalah mengerikan dibanding klitih. Bahkan, suatu saat teror ini menjadi makin masif dan mengancam jiwa manusiawi. Bisa dibayangkan bila di dalam mobil ada orangnya, tentu akan menjadi musibah yang lebih mengerikan. Menempatkan mobil di garasi rumah, hanyalah salah satu upaya menghindari teror. Artinya, tidak ada jaminan peneror akan menghentikan aksinya. Padahal, sesuai semboyan ‘kami tidak takut teror’, maka teror harus dilawan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PERBUATAN TERDAKWA BUKAN TINDAK PIDANA- Pengusaha Pengeboran Minyak Divonis Lepas

BANTUL (MERAPI) - Pengusaha pengeboran minyak, Ir Hadi Sutoyo (62) warga Kampung Burujul Cisarua Bogor yang dituntut 3 bulan penjara

Close