Sepakat Duel


ilustrasi
ilustrasi

KITA sering mendengar istilah duel, atau perkelahian satu lawan satu. Biasanya dua orang yang berseteru melakukan perjanjian duel di tempat dan waktu yang telah ditentukan. Sarana untuk duel juga diperjanjikan, misalnya hanya dengan tangan kosong atau menggunakan senjata. Tak hanya itu, saksi-saksi juga telah ditentukan.

Agaknya, inilah yang dilakukan dua orang di Pantai Parangkusumo Selasa sekitar pukul 14.00 pekan lalu. Keduanya sepakat duel dengan tangan kosong. Hingga saatnya, mereka benar-benar duel, namun tidak menyertakan saksi. Mereka hanya sepakat untuk tidak saling melapor polisi. Namun, di tengah perkelahian itu, seorang pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menikam lawannya. Korban yang teridentifikasi bernama Ervan Sani Triyanto, warga Ngampilan Yogya pun tersungkur setelah ditikam perutnya. Mengetahui korban tidak berdaya dan bersimbah darah, pelaku langsung kabur.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Kasus ini cukup menarik karena ada proses tantang-menantang. Bisakah duel satu lawan satu ini dikategorikan sebagai penganiayaan ? Dilihat dari kejadiannya, jelas tidak seimbang antara satu dan lainnya. Yang satu menggunakan pisau, sedang lawannya menggunakan tanah kosong. Jika demikian, kasusnya mirip penganiayaan meski ancaman hukumannya berbeda.

Pelaku atau pihak yang menikam Ervan jelas telah mengingkari kesepakatan. Sebab, kesepakatannya duel tersebut tidak menggunakan senjata, melainkan tangan kosong. Apakah lantaran tidak sesuai kesepakatan, lantas pelaku dapat dituntut hukum ? Tentu bukan itu persoalannya. KUHP mulai Pasal 182-186 mengatur secara khusus bab tentang perkelahian satu lawan satu. Kalau sudah diatur dalam KUHP bukan berarti diperbolehkan, tapi justru sebaliknya. Mereka yang terlibat dalam perkelahian satu lawan satu, kecuali saksi, diancam pidana.

Mereka yang menghasut agar menerima tantangan duel juga diancam pidana. Lantas, bagaimana dengan dua orang yang terlibat perkelahian satu lawan satu ? Juga diancam pidana. Berdasar Pasal 282 KUHP, barang siapa dengan sengaja menyampaikan tantangan , sehingga terjadi perkelahian satu lawan satu dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan. Kemudian, dua orang yang terlibat duel, meskipun tidak melukai lawannya, dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan.

Namun, bila melukai lawannya, hukuman diperberat menjadi maksimal satu tahun empat bulan. Sedang bila melukai berat lawannya hukuman maksimalnya empat tahun penjara. Agaknya pasal inilah yang bakal dikenakan pada pelaku yang menikam Ervan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Bila PRT Berulah

TAYANGAN televisi ternyata bisa mempengaruhi orang untuk melakukan simulasi atau peniruan. Ini menunjukkan betapa hebatnya dampak tayangan televisi. Seorang pekerja

Close