Pencabulan Anak Tiri


ilustrasi
ilustrasi

HAMPIR setiap hari kita membaca berita pencabulan, baik yang dilakukan orang dewasa kepada orang dewasa, orang dewasa kepada anak-anak, bahkan orangtua kepada anak. Sepertinya tiada hari tanpa pencabulan. Fenomena apa ini ? Apakah moral manusia sudah menurun drastis hingga titik nadir? Entahlah, yang jelas, kasus pencabulan terus berulang dan pelakunya seolah tak jera.

Baru-baru ini, di Kecamatan Kukup Kulonprogo seorang ayah, Sgt (35) tega mencabuli anak tirinya, sebut saja Kencur (15). Tak tanggung-tanggung Sgt mencabuli anak tirinya ini sejak tahun 2014 atau hampir 5 tahun. Mengapa kasus ini baru terungkap belakangan ? Kencur mengalami trauma hebat dan takut menceritakan kepada orang lain lantaran diancam Sgt tak mau membiayai kebutuhan hidupnya. Tapi pada akhirnya, perilaku bejat Sgt terbongkar juga. Kencur mengaku terus terang kepada ayah kandungnya telah dicabuli Sgt. Dalam waktu singkat, setelah polisi menerima laporan itu, Sgt dibekuk.

Kasus ini sebenarnya sangat dilematis. Tentu tidak mungkin orangtua menitipkan anaknya kepada orang lain tanpa alasan. Orangtua menitipkan Kencur pada Sgt tak lain karena alasan ekonomi. Bahkan Sgt bersedia menganggap Kencur sebagai anaknya, meski anak tiri. Dari sinilah sebenarnya awal petaka dimulai. Sgt mengaku tak kuasa menahan hasratnya melihat Kencur yang tumbuh ke arah dewasa dengan wajah yang cantik. Setan menggodanya hingga Sgt bertindak nekat mencabuli putri tirinya ini.

Aksi bejat Sgt dilakukan di saat istrinya tertidur lelap atau saat sang istri tak berada di rumah. Ironisnya, aksi bejat ini berlangsung hingga lima tahun. Andai Kencur tak bercerita peristiwa yang ia alami, niscaya kasusnya takkan terungkap. Karena Sgt berstatus sebagai wali
Kencur atau orang yang paling bertanggung jawab atas nasib Kencur, maka hukuman terhadap dirinya bakal diperberat hingga sepertiganya.

Tindakan Sgt diancam UU tentang Perlindungan Anak dan UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) dengan pidaa penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Sgt yang berprofesi sebagai petani ini nampaknya tak mampu untuk membayar denda hingga miliaran rupiah, sehingga hakim nanti pasti akan memperhitungkan dengan mengganti hukuman penjara. Lagi-lagi, ini pelajaran bagi orangtua untuk selektif menitipkan anaknya. Jangan sampai ia jatuh ke tangan penjahat kelamin. (Hudono)

Read previous post:
Destroyer Siap Bantu Jaga Kamtibmas

YOGYA (MERAPI) - Banyaknya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DIY akhir-akhir ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Salah

Close