Waspada Predator Anak


ilustrasi
ilustrasi

INI peringatan kepada orangtua agar tidak lengah mengawasi putra-putrinya. Sebab, boleh jadi mereka menjadi incaran penjahat kelamin. Usia sepertinya tidak menjadi ukuran bagi pelaku. Bahkan,anak-anak yang boleh diistilahkan masih bau kencur bisa menjadi sasaran pelaku. Predator anak ini pun tak pilih-pilih sasaran. Bahkan, tetangga pun disikat.

Itulah yang dilakukan penjahat seks yang boleh dibilang dari segi usia masuk kategori kakek. D (64), warga Kecamatan Barangin, Sawahlunto Sumatera Barat, tega mencabuli tetangganya sendiri di kosnya kawasan Sewon Bantul. Tak kurang sudah tiga kali D mencabuli Kencur (8), nama samaran, di kosnya. Modusnya, D mengiming-iming Kencur barang untuk kemudian diajak ke kamar kos. Di situlah D melakukan aksi bejatnya.

Ibu Kencur awalnya curiga dengan perilaku putrinya yang sering murung. Setelah ditanya ia mengaku terus terang telah dicabuli D. Seminggu setelah melapor polisi, D pun diringkus tanpa perlawanan, Selasa pekan lalu. D mengakui terus terang semua perbuatannya.

Proses hukum terhadap D tentu sangat mudah, apalagi yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya. Polisi tinggal mencari bukti lain untuk segera melimpahkan berkasnya ke kejaksaan dan diteruskan ke pengadilan untuk segera disidangkan. Ancaman bagi pelaku pencabulan terhadap
anak-anak tidaklah main-main. Pelaku diancam pidana penjara 15 tahun hingga denda Rp 5 miliar sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak.

Sayangnya hukuman yang berat dan denda yang tinggi tidak serta merta memulihkan kondisi Kencur. Untuk itulah negara melalui instrumennya, dalam hal ini Dinas Sosial, harus turun tangan melakukan pendampingan kepada Kencur dan memulihkan kondisinya, baik jasmani maupun rohani.

Mungkin juga kasus tersebut terjadi akibat kelalaian orangtua mengawasi putrinya. Dikiranya kalau orang tua, bahkan kakek-kakek, sudah kehilangan hasratnya. D mungkin saja mengalami kelainan dalam orientasi seksualnya. Misalnya, mengapa ia memilih bocah sebagai pelampiasan hasrat seksualnya, mengapa bukan kepada orang dewasa ?

Namun, lagi-lagi itu tidaklah menghapus kesalahan. D tetap dijerat dengan UU Perlindungan Anak. Kasus di atas menjadi peringatan bagi para orangtua untul lebih berhati-hati dalam menjaga putra-putrinya. Predator anak ada di mana-mana, bahkan mungkin ada di sekitar kita.
Bukan berarti harus selalu curiga kepada setiap orang, melainkan tetap harus waspada. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Artis Tersangka Prostitusi

BABAK baru bakal dijalani artis peran Vanessa Angel yang digerebek karena terlibat prostitusi online. Padahal, sebelumnya ada dugaan kuat Vanessa

Close