Warga Melawan Klitih


ilustrasi
ilustrasi

CAH klitih kembali beraksi menebar teror di masyarakat. Bahkan dalam semalam, gerombolan klitih ini membacok 5 orang di tempat berbeda, yakni di wilayah Mlati, Ngaglik dan Ngemplak, Kamis malam pekan lalu. Lagi-lagi, mereka membacok tanpa pilih-pilih sasaran.

Alasannya juga tak jelas. Karena itulah aksi mereka disebut klitih. Untungnya polisi bergerak cepat dan menangkap empat pelaku yang rata-rata masih remaja. Dari hari ke hari aksi klitih makin meresahkan. Warga pun dibuat jengkel sehingga ingin memberi pelajaran pada cah klitih. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu di dekat RSUD Sleman, warga menghadang cah klitih yang hendak melukai orang. Dua cah klitih dihajar ramai-ramai sedang dua lainnya kabur.

Aksi warga membuat nyali cah klitih ciut. Mereka tak berani bila berhadap-hadapan dengan warga, sehingga memilih kabur. Aksi warga yang menghajar cah klitih bisa dimaklumi karena situasi saat itu cukup membahayakan. Pasalnya, cah klitih membawa pedang dan setiap saat bisa melukai orang lain. Kebetulan, saat itu tidak ada polisi patroli, sehingga warga harus segera bertindak.

Kalau menunggu polisi datang, dipastikan cah klitih keburu kabur. Untuk itu, aksi warga yang menangkap klitih dan memberi pelajaran mestinya bisa dimaklumi, bukan dibenarkan. Sebab, dalam hukum, aksi main hakim sendiri memang tidak dibenarkan. Namun tindakan membela diri atau mencegah agar tidak terjadi tindakan yang membahayakan, tentu dibenarkan. Yang penting, aksi warga terukur, tidak sampai mengakibatkan cah klitih tewas atau luka berat.

Biarlah cah klitih dibawa ke pengadilan untuk menerima hukuman setimpal. Diharapkan hakim memutus seadil-adilnya dengan pertimbangan aksi klitih telah membahayakan dan membuat masyarakat resah. Hukuman ringan terhadap cah klitih justru membuat mereka menjadi-jadi.

Bukannya insyaf, malah makin menebar teror di masyarakat. Agaknya kegeraman masyarakat terhadap aksi klitih sudah tak tertahankan. Sehingga kini mulai muncul gerakan untuk membasmi cah klitih. Membasmi di sini bukan berarti membinasakan, namun menangkal dan mencegah agar aksi mereka tidak menjadi-jadi. Kalau di jajaran kepolisian ada semacam satgas untuk memburu cah klitih, tidaklah keliru bila masyarakat juga menginisiasi gerakan memberantas klitih. Yang penting tetap menjunjung hukum sebagai pedoman dalam bertindak. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MABUK, PUKUL KORBAN Penjahat Jalanan Diringkus

WIROBRAJAN (MERAPI) - Di tengah maraknya kejadian kejahatan jalanan, Polsek Wirobrajan Yogya meringkus pelaku kejahatan jalanan, Gp (20) warga Pakuncen

Close