Prostitusi Artis Online


ilustrasi
ilustrasi

SAAT ini semua serba online. Hidup pun terasa praktis, bahkan dunia seperti ada di genggaman. Butuh apa-apa, tinggal pilih aplikasi di HP, semua tersedia, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga barang mewah. Tinggal klik semua sudah di depan mata. Kecanggihan teknologi komunikasi ini pun bisa digunakan untuk hal-hal negatif. Bahkan, untuk pesan PSK pun bisa melalui online. Tinggal mau yang seperti apa, dan berapa tarifnya.

Tertangkapnya artis peran Vanessa Angel dan seorang model majalah dewasa di sebuah hotel di Surabaya sekaligus mengonfirmasi bahwa praktik prostitusi online sudah merambah ke mana-mana, bahkan sampai ke artis. Tak tanggung-tanggung Vanessa mematok tarif Rp 80 juta untuk sekali kencan. Sedang temannya memasang tarif Rp 25 juta sekali kencan. Mereka digerebek polisi bersama seorang pengusaha pelanggan Vanessa.

Vanessa tak bisa berkelit, ketika polisi membawanya ke kantor polisi. Kepada awak media, ia mengaku khilaf dan meminta maaf telah bikin gaduh. Entahlah, apa yang dimaksud Vanessa, mengapa ia sampai perlu meminta maaf kepada publik. Ia dan temannya hanya dikenakan wajib lapor dan tidak dijadikan tersangka. Sementara tersangkanya adalah dua orang yang berperan sebagai mucikari.

Artis terlibat prostitusi bukanlah fenomena baru. Bahkan seolah sudah menjadi kelaziman. Tentu tarifnya fantastis, puluhan juta rupiah sekali kencan. Beberapa waktu lalu, artis Nikita Mirzani juga pernah digerebek bersama mantan putri Indonesia di sebuah hotel karena terlibat prostitusi. Keduanya pun dilepas dan hanya menjadi saksi.

Sedangkan mucikarinya diproses hingga pengadilan. Masyarakat awam mungkin heran, mengapa para artis yang terlibat prostitusi tidak diproses hukum, melainkan hanya mucikarinya ? Juga, mengapa laki-laki hidung belang yang menggunakan jasa mereka juga dilepas ? Itulah hukum positif di Indonesia yang tidak mengancam pidana terhadap para artis yang terlibat prostitusi. Bahkan, mereka diposisikan sebagai korban, yakni korban perdagangan orang. Pihak yang memperdangkan, yakni mucikari, inilah yang diseret ke pengadilan.

Jika demikian, praktik prostitusi online ini dikhawatirkan terus merebak karena pelakunya tidak dijerat hukum. Artinya, tak ada efek jera terhadap pelaku prostitusi. Berbeda dengan prostitusi kelas teri yang sering digaruk Satpol PP. Mereka, para PSK diproses sampai pengadilan atas dakwaan tindak pidana ringan. Padahal, dilihat dari perbuatannya, tidak ada bedanya dengan yang dilakukan Vanessa Angel, hanya kelasnya saja yang beda. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
MA VONIS JOOTJE BERSALAH Pengacara PT SGI Desak Kejaksaan Eksekusi

SLEMAN (MERAPI) - Penasihat hukum Sonny Singal SH mendesak Kejaksaan Negeri (PN) Sleman untuk melakukan eksekusi tehadap terpidana Jootje Max

Close