Berburu Cah Klitih


ilustrasi
ilustrasi

INI PR berat bagi pendidik dan orang tua, yakni mengantisipasi aksi klitih yang kian merajalela. Hipotesa bahwa selama liburan aksi klitih meningkat ternyata benar. Para pendidik dan orang tua diharapkan menemukan solusi agar pelajar tidak nglitih di jalanan. Boleh jadi, karena mereka tak memiliki kegiatan, akhirnya bergabung dengan geng klitih dan bikin kisruh di jalanan.

Menurut pengakuan mantan cah klitih yang enggan disebut namanya, aksi membacok atau melempar kaca mobil merupakan bagian dari tes mental agar diterima di geng klitih. Bahkan, dengan membacok secara acak, tanpa sebab yang jelas, dianggap sebagai tindakan prestisius. Begitu pula melempar dengan batu atau memecah kacar dengan tongkat besi, seperti kejadian di Seyegan Sleman beberapa waktu lalu, merupakan tes uji nyali.

Mereka memilih nglitih di malam atau dini hari yang relatif sepi. Pun mereka sudah berhitung, beraksi ketika tak ada patroli polisi. Targetnya hanyalah menebar teror di masyarakat. Ada semacam rasa kebanggaan atau kepuasan diri ketika cah klitih bisa membacok korbannya atau memecah kaca mobil yang lewat di jalan.

Meski mereka tak bermaksud membunuh korbannya, namun acap aksinya kebablasan, sehingga berakibat korban meninggal atau mengalami kebutaan karena terkena lemparan cah klitih. Jajaran kepolisian di Bantul pun bertekad memburu cah klitih dan memprosesnya hingga pengadilan. Seperti diungkapkan Kapolsek Jetis AKP M Sholeh SH MM, aksi klitih sudah sangat meresahkan masyarakat, sehingga pihaknya bertekad memburu mereka untuk diproses hukum.

Anggapan bahwa anak-anak atau pelajar terbebas dari jeratan hukum bila melakukan kejahatan, tidaklah benar. UU Pengadilan Anak menegaskan anak-anak yang berusia kurang dari 18 tahun tetap dapat diproses hukum, meski ancaman hukuman maksimalnya hanya separoh dari ancaman pidana orang biasa.

Jika di kalangan geng klitih ada slogan ‘saatnya nglitih di musim liburan’, aparat penegak hukum jangan mau kalah dengan menggulirkan slogan: ‘saatnya berburu klitih’. Dipastikan masyarakat akan mendukungnya.

Perburuan terhadap cah klitih ini tidak dimaksudkan untuk main hakim sendiri, melainkan menangkap mereka untuk kemudian diproses hukum sampai ke pengadilan. DIY harus bersih dari aksi klitih. (Hudono)

Read previous post:
Teratai Musuh Muntah Darah

TERATAI termasuk jenis tanaman air yang banyak dijadikan sebagai tanaman hias. Selain mampu mendukung keindahan lingkungan, tanaman ini juga diyakini

Close