PSK Gondol Motor


ilustrasi
ilustrasi

KEJADIAN ini tergolong unik. Seorang pekerja seks komersial, RS, warga Klaten, baru-baru ini berurusan dengan polisi gara-gara menggondol motor konsumennya. RS kini mendekam di sel tahanan kepolisian setelah ditangkap seminggu setelah kejadian. Lantas di mana
uniknya ?

Lazimnya PSK, usai menyervis pelanggan atau konsumen, ia minta bayaran. Begitu pula dengan RS, usai menyervis konsumennya di sebuah kamar hotel kawasan Pakem Sleman, ia minta bayaran. Namun si pengguna jasa PSK ini sulit dibangunkan, karena mungkin kelelahan setelah bergulat dengan RS.

Singkat cerita, timbul pikiran jahat setelah RS melihat kunci kontak motor tergeletak di meja. Berikutnya, RS membawa kabur motor konsumennya. Setelah bangun, korban kaget tak mendapati motornya, hingga kemudian lapor polisi. Seminggu setelah kejadian, barulah polisi berhasil menangkap RS di rumahnya.

RS mengaku jengkel karena konsumennya tak membayar jasa servis, sehingga nekat membawa kabur motornya. Bagaimanapun tindakan RS tak bisa dibenarkan, sehingga ia dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Kalaupun ia berdalih terpaksa melakukan pencurian lantaran konsumennya tidak membayar, mungkin bisa menjadi faktor yang meringankan hukuman, namun tak bisa menjadi alasan pemaaf atau pembenar perbuatan.

Apakah bayaran menyervis pelanggan sebanding dengan harga motor yang dicuri ? Pastinya tidak sebanding, dan lebih tinggi harga motornya.
Berbeda dengan PSK dari kalangan artis seperti yang terjadi di Jakarta tarifnya mencapai jutaan rupiah. Persoalannya kemudian, apakah transaksi jual jasa PSK dengan konsumen diakui dan dilindungi hukum ?

Inilah yang jadi problem serius. Sebab, di mana-mana, baik pemerintah kota maupun kabupaten melarang praktik prostitusi. Bahkan, telah ada Perda di masing-masing kabupaten yang secara khusus mengatur larangan prostitusi. Dengan demikian, transaksi yang dilakukan RS dengan
konsumennya atau si korban pencurian motor, hanyalah perikatan moral yang tidak bisa dituntut pemenuhannya. Seperti halnya dalam utang piutang perjudian.

Karena perjudian dilarang, maka perikatan yang timbul dari perjudian tidak memiliki kekuatan hukum. Ia hanya mengikat
secara moral.

Kembali pada kasus di atas, sebenarnya perbuatan RS dan konsumennya dilarang hukum karena masuk kategori kegiatan prostitusi. Sekalipun demikian, RS tetap dapat dituntut pidana karena mencuri motor konsumennya. (Hudono)

Read previous post:
Brotowali Lawan Kudis

BROTOWALI termasuk jenis tanaman obat cukup populer. Sejumlah zat yang terkandung di bagian batang tanaman ini antara lain glikosida pikroretosid,

Close