Terlilit Utang, Nekat


ilustrasi
ilustrasi

ORANG yang terlilit utang, terkadang bisa nekat, berbuat apa saja, bahkan di luar pikiran warasnya. Ini pula yang dilakukan Ag (43), pengusaha tempe asal Pekalongan. Gara-gara terlilit utang, ia nekat merampok toko plastik langganannya, Toko Kurnia Jalan Imogiri Timur. Nekatnya lagi, aksi perampokan itu dilakukan di siang hari bolong, Sabtu pekan lalu sekitar pukul 14.00.

Berawal dari godaan ada pembeli yang bertransaksi dalam jumlah besar,Ag yang sudah sampai di rumah kontrakan kembali ke toko langganannya untuk merampok. Dengan mengendap-endap masuk lewat pintu belakang ia menyekap penjaga toko Ny Eka Apri Sundari. Belum sempat kabur, ia kepergok pembeli dan mengaku sebagai suami Eka. Lantaran pembeli tersebut hapal suami Eka, tentu saja curiga dengan orang tersebut. Bersamaan itu, ikatan Eka lepas dan langsung berteriak minta tolong. Ag pun dengan mudah diringkus warga.

Ag kini harus merenungi nasib di sel tahanan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Agaknya ia memang bukan penjahat profesional, sehingga aksinya mudah digagalkan. Terlebih aksi nekat Ag dilakukan pada siang hari sehingga mudah diketahui masyarakat. Namun, dasar pikiran kalut, ia tak memperhitungkan kondisi tersebut.

Sebagai pengusaha tempe yang sudah berpengalaman, mestinya Ag bisa memperkirakan apa yang bakal terjadi dengan usahanya. Ketika harga barang baku melambung, sementara pesanan tempe tidak beranjak, bahkan cenderung menurun,membuat Ag panik. Biasanya sehari ia bisa memproduksi hingga 1 kuintal, namun kini menurun drastis.

Sementara, utang Ag makin membengkak hingga timbul pikiran nekat merampok. Meski tindakan Ag terinspirasi saat melihat transaksi dalam jumlah besar, namun ia tak memiliki karakter yang tangguh sehingga mudah tergelincir dan merencanakan perampokan di siang hari bolong.

Bila kasus Ag sampai ke pengadilan, hakim akan mempertimbangkan faktor yang memberatkan dan meringankan. Keterdesakan ekonomi bisa saja menjadi faktor yang meringankan, namun tak bisa menghapus kesalahan. Ag tetap terancam hukuman berat meskipun gagal membawa kabur barang curian.

Peristiwa ini mestinya menjadi pelajaran bagi Ag untuk tidak coba-coba melakukan perampokan, meski dalam kondisi terlilit utang. Sebagai pengusaha masih banyak cara bisa dilakukan untuk memulihkan kondisi ekonomi. Sistem gali lubang tutup lubang, dalam menjalankan bisnis rasanya tetap bisa dijalankan sepanjang tidak nyrempet bahaya. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
NGEBLONG LAMPU TRAFFIC LIGHT, Sopir Bus Antarkota Diadili

BANTUL (MERAPI) - Seorang sopir bus antarkota, Sae (46) warga Kediri Jawa Timur mulai diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri

Close