Terpedaya Kenalan Baru

 

ilustrasi
ilustrasi

WAHAI para orang tua, janganlah lengah mengawasi putrinya. Jangan sampai sang putri salah gaul. Peringatan ini sangat penting agar orang tua tidak menyesal di kemudian hari. Kasus yang terjadi di kawasan Parangtritis Bantul yang menimpa seorang gadis remaja, DI (16) warga Bantul, sungguh menyayat hati.

DI menjadi korban kebiadaban laki-laki yang baru dikenalnya melalui media sosial.
Singkat cerita, DI diajak ketemuan, selanjutnya diajak jalan-jalan, berlanjut pesta miras hingga masuk losmen dan diperkosa. Setelah itu, DI diturunkan oleh pelaku di tengah jalan. Orang tua DI pun kebingungan mencari putrinya yang seharian tak pulang rumah, tak tahunya, pada esok harinya DI pulang dalam kondisi lunglai dan mengaku diperkosa kenalan barunya. Kasus ini masih ditangani Polres Bantul.

Sekilas, memang ada andil dari korban sehingga tragedi itu terjadi. Korban, mau saja ketika diajak ketemuan pada dini hari sekitar pukul 01.00 bersama dua teman pelaku. Menurut keterangan, DI juga dipaksa menenggak miras hingga mabuk berat dan selanjutnya diperkosa. Meski ada andil dari korbannya, namun DI tetap harus diposisikan sebagai korban, lantaran ia masih anak-anak, belum menginjak usia 18 tahun.

Untungnya pelaku sudah teridentifikasi sehingga tinggal tunggu waktu untuk menangkapnya. Pelaku selain dijerat UU Perlindungan Anak juga dijerat Pasal 332 KUHP tentang membawa lari gadis yang belum dewasa dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. Pasal tersebut mensyaratkan tindakan membawa lari tersebut juga atas kemauan si perempuan. Artinya, tidak ada paksaan dalam membawa lari DI. Ini berbeda bila membawa lari dengan paksaan, ancaman pidananya lebih berat.

Biasanya, dalam kejahatan susila yang korbannya anak-anak, pelaku berdalih tidak memaksa korbannya, melainkan semua dilakukan atas dasar suka sama suka. Mungkin benar bahwa tindakan mereka dilakukan atas dasar suka sama suka. Namun harus diingat, bila korban masih anak-anak, maka pelaku tetap dijerat hukuman berat. Pelaku tak bisa berdalih perbuatannya dilakukan atas dasar suka rela atau suka sama suka.

Tak kalah penting, orangtua harus lebih memperhatikan pergaulan putrinya, jangan sampai terpengaruh pergaulan bebas dan minuman keras. Sebab, berawal dari miras inilah semua kejahatan bisa dilakukan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Andika Pandu (tengah) bertemu konstituen guna menyerap aspirasi rakyat
SIAP BERTARUNG PILEG 2019 Andika Pandu Beri Perhatian Pelaku Usaha Kecil

TIDAK banyak kalangan politisi yang peduli terhadap nasib para pelaku usaha modal kecil, sehingga wajar bila kondisi usaha tersebut tidak

Close