Nenek Korban Kejahatan

 

ilustrasi
ilustrasi

PENJAHAT terkadang tidak pilih-pilih sasaran. Tak peduli siapa korbannya, entah itu anak-anak atau orangtua, asal ada barang berharga langsung diembat. Bahkan, seorang nenek renta yang hidup sebatang kara di Dusun Papak Kalirejo Kokap Kulonprogo pun menjadi sasaran
pencoleng.

Penjahat tersebut masuk ke rumah nenek Tuminem (70) lewat jendela. Tanpa diduga, Tuminem yang memergoki pelaku, berani melawan hingga dipukuli penjahat. Akibat kejadian tersebut, Tuminem dirawat di rumah sakit karena mengalami syok dan luka serius di bagian kepala.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat pagi pekan lalu itu baru diketahui tetangganya setelah Tuminem mengerang kesakitan akibat dipukuli perampok. Namun masih belum jelas barang berharga apa yang dibawa perampok, lantaran Tuminem belum bisa dimintai keterangan. Kasus tersebut masih didalami kepolisian setempat.

Secara fisik, Tuminem jelas kalah dengan pelaku, sehingga tak mungkin menang. Meski ia berusaha melawan, tak terlalu berpengaruh bagi pelaku. Namun upaya perlawanan itu membuat pelaku marah hingga memukulinya. Beruntung, Tuminem masih bisa diselamatkan. Penjahat mana yang tega memukuli orang tua yang sudah renta dan hidup sebatang kara ? Boleh jadi, pelaku telah beku hatinya sehingga tak bisa membedakan orangtua atau bukan.

Diharapkan polisi segera menangkap pelaku, mengingat sidik jari pelaku tertinggal di tempat kejadian. Pertanyaan lainnya, mengapa pelaku memilih rumah Tuminem yang nampak sangat sederhana, mengapa tidak mencari sasaran lain yang penghuninya relatif orang berkecukupan ?
Hanya pelaku yang bisa menjawab pertanyaan ini. Bisa jadi ia memang memilih sasaran yang paling lemah secara fisik.

Mungkin saja pelaku bukan orang jauh dari lokasi kejadian. Meski korban belum bisa dimintai keterangan, namun kuat dugaan motifnya ekonomi. Pelaku menganiaya lantaran korban melawan. Artinya, penganiayaan itu dilakukan untuk memudahkan aksinya (mencuri) atau sering dikenal dengan istilah pencurian dengan kekerasan.

Pertanyaan lebih penting lagi, kalau nenek Tuminem hidup sebatang kara, lantas siapa yang bertanggung jawab atas keselamatannya ? Menyerahkan sepenuhnya kepada polisi tentu tidak mungkin. Sementara familinya juga belum jelas, kalaupun ada, juga belum tentu ada perhatian. Akhirnya, tumpuannya hanya pada tetangga. Hanya tetangga yang pedulilah yang bisa menjadi tumpuan Tuminem minta tolong. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tertipu Kenalan Baru, Laptop dan HP Raib

  YOGYA (MERAPI) - Mahasiswi PTS terkemuka, Ll Anggia (22) asal Sukoharjo Jateng, tertipu kenalan barunya, Selasa (4/12) malam. Akibat

Close