Tahanan Gantung Diri

 

ilustrasi
ilustrasi

KASUS tahanan gantung diri di Polsek Jetis Bantul masih jadi perbincangan hangat masyarakat. Diduda, An (32) asal Bantuntapan Bantul, yang terlibat kasus pemukulan dan perampasan HP nekat gantung diri di kamar mandi Polsek Jetis lantaran malu aksinya (merampas) ketahuan. Sementara dua rekan An yang juga ikut terlibat perampasan HP milik Khaerul Auliansyah asal Cilacap, masih diperiksa intensif.

Sekilas memang tidak sebanding antara perbuatan mencuri dengan bunuh diri. Hanya gara-gara HP yang nilainya tidak seberapa, namun nyawa melayang. Tapi entahlah, boleh jadi An dihinggapi rasa malu luar biasa dan tidak tertahankan setelah aksinya ketahuan petugas, sehingga ia memilih gantung diri.

Apapun motifnya, petugas jaga di Polsek Jetis bakal menjalani pemeriksaan. Mengapa An bisa leluasa bunuh diri di kamar mandi ? Dari mana ia mendapatkan tali untuk gantung diri, dan pertanyaan lain pasti akan diajukan pemeriksa. Terlepas ada tidaknya unsur kelalaian petugas, Polsek seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi mereka yang hendak menjalani proses persidangan seperti An dan dua temannya.

Tahanan tidak boleh lepas dari pengawasan. Sebab, ada kemungkinan mereka melarikan diri atau berbuat aneh-aneh, seperti dilakukan An. Sayangnya petugas jaga saat itu kurang jeli ketika An pamit ke kamar mandi dan ternyata tak keluar dalam waktu yang lama, hingga tahanan lain curiga dan memberitahu kepada petugas.

Petugas tak pernah mengira, An yang dalam aksinya tergolong sadis, yakni melukai korban ketika permintaannya tak diberi, memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Sedang terkait peristiwa perampasan HP, juga tidak diduga-duga. Saat itu An yang mengendarai mobil Toyota Agya bersama dua temannya wanita, Fl (22) asal Sumatera Utara dan Pn (23) asal Banguntapan Bantul menghentikan korban Khaerul Auliansyah di Jalan Parangtritis Patalan Jetis Bantul. Korban yang menolak menyerahkan HP langsung dipukul oleh An hingga ketakutan dan menyerakan HP kepada pelaku.

Namun polisi sigap dan berhasil mengidentifikasi pelaku hingga kemudian ketiga pelaku berhasil dibekuk. Penjahat sekalipun tetap punya hak untuk hidup. Bila An hidup maka ia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. Namun karena meninggal, status tersangka gugur dan kini tinggal dua temannya yang harus bertanggung jawab. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HENDAK MELERAI KERIBUTAN- Loper Koran Dikeroyok Orang Tak Dikenal

  SLEMAN (MERAPI) Seorang pria bernama Legimin (65) warga Nayan, Maguwo, Depok, Sleman yang berprofesi sebagai loper koran, Minggu (2/12)

Close