Geger Penculikan Anak

 

ilustrasi
ilustrasi

ISU penculikan anak sangatlah meresahkan masyarakat, terutama mereka yang punya anak sekolah. Ini menyusul pemberitaan penculikan yang dialami dua murid SD Kledokan Kalasan Sleman, baru-baru ini yang mengaku hendak dibawa mobil oleh orang tak dikenal. Namun, menurut polisi, keterangan korban berubah-ubah sehingga belum bisa dipastikan kebenarannya. Penculikan itu berhasil digagalkan setelah mobil pelaku dilempar warga hingga kaca pecah.

Terlepas benar tidak yang diceritakan dua murid SD tersebut, namun bila ada upaya ke arah itu (penculikan) semua pihak tentu harus waspada. Memang orangtua tak perlu resah berlebihan, namun tetaplah waspada. Orangtua mana tidak khawatir anaknya diculik ? Boleh jadi berita yang beredar di media sosial berlebihan, misalnya dengan menyebut 5 siswa SD Kledokan diculik. Berita ini langsung dibantah Kepala SD Kledokan.

Di manapun isu penculikan akan selalu meresahkan para orangtua. Dikhawatirkan isu tersebut digunakan pihak-pihak tertentu untuk melakukan penipuan. Misalnya dengan mencari mangsa orangtua dengan mengabarkan anaknya diculik dan minta tebusan uang dalam jumlah tertentu, padahal hanya bohong-bohongan.

Lantas, bagaimana bila isu penculikan itu memang benar adanya, atau sekurang-kurangnya ada upaya untuk memaksa anak mengikuti keinginan pelaku ? Apapun informasi yang masuk, kepolisian harus
menindaklanjuti, dan hendaknya tidak berspekulasi dengan mengabaikan informasi tersebut. Seperti pada kasus di atas, kalau memang saat itu ada saksi, yakni warga yang melempar mobil pelaku, rasanya tidak sulit untuk mengeceknya. Warga bersangkutan bisa ditanya mengapa melempar mobil dan apa yang ia lihat.

Kesaksian anak bisa saja berubah-ubah, ini bisa dimaklumi mengingat mereka masih sangat labil. Meski begitu, setidaknya ada benang merah yang bisa ditarik dari keterangan dua murid SD Kledokan itu, satu laki-laki dan satu perempuan. Memeriksa anak-anak tentu berbeda dengan memeriksa orang dewasa. Anak-anak butuh penanganan khusus agar mereka bisa leluasa memberikan keterangan, tidak trauma.

Apapun yang disampaikan anak-anak, menjadi masukan berharga bagi para orangtua maupun guru agar lebih berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penculikan. Sudah saatnya di sekitar lokasi sekolah dipasang CCTV sehingga semua aktivitas menyangkut murid-murid bisa terekam. Pun kalau ada orang yang hendak macam-macam di sekolah bisa terpantau. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SIDANG PENGGELAPKAN UANG PERUSAHAAN- Terdakwa Mengaku untuk Kebutuhan Pribadi

  BANTUL (MERAPI) - Terdakwa MA ST (28) seorang marketing produksi buku alumni Apartur Indonesia warga Lodadi Umbulmartani Ngemplak Sleman

Close