Terabas Palang Pintu KA

 

ilustrasi
ilustrasi

KITA sering mendengar kasus kecelakaan maut di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu. Umumnya korban tidak mendengar akan ada kereta lewat, sehingga terus melaju hingga tertabrak. Ada pula yang melakukan tindakan berbahaya, misalnya selfie atau swafoto untuk bergaya, tak tahunya ada kereta lewat dan langsung menyambar.

Kali ini agak berbeda. Kecelakaan terjadi ketika palang pintu KA sudah ditutup. Seorang pengendara motor, Wisnu (57), entah sengaja atau tidak menerobos pintu yang sudah ditutup, padahal masih ada kereta yang hendak lewat. Momentumnya begitu cepat dan disaksikan warga,
motor langsung disambar KA dan Wisnu mengalami luka sangat serius di bagian kepala. Warga yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa histeris, padahal mereka sudah berusaha mencegah aksi nekat Wisnu.

Peristiwa tersebut terjadi di pintu perlintasan KA Jalan HOS Cokroaminoto Tegalrejo Yogya Selasa pekan lalu. Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut, apakah Wisnu sengaja menabrakkan diri ke KA yang lewat, atau karena kelalainnya sehingga ia tersambar KA. Bila ada unsur kesengajaan, berarti yang bersangkutan ada maksud untuk bunuh diri, meski gagal. Sedang bila yang terjadi
adalah kelalaian, tidak menyangka bila masih ada KA lewat, tentu saja sangat naif.

Apapun motifnya, hukum tak bisa menjangkaunya. Mau bunuh diri atau lalai, tentu saja tak ada sanksi hukum, karena pelaku sekaligus juga menjadi korban. Masinis KA pun tak bisa disalahkan karena telah bekerja sesuai SOP. KA tak bisa direm secara mendadak karena dampaknya sangat berbahaya. Jadi sekalipun masinis mengetahui di depannya ada kendaraan lewat, tak bisa serta merta ngerem mendadak karena justru akan membahayakan penumpang.

Dalam kasus kecelakaan yang terjadi di perlintasan tak berpalang pintu, persoalannya sangat jelas dan solusinya juga jelas. Di manapun perlintasan KA yang tak berpalang pintu sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Karena itu solusinya, perlintasan harus diberi palang pintu. Persoalan selanjutnya, dari mana anggarannya dan siapa yang harus menjaganya ? Itulah yang harus dipikirkan intansi berwenang.

Sedang perlintasan yang sudah dilengkapi palang pintu seharusnya aman. Namun, bila itu dilanggar seperti pada kasus di atas, maka taruhannya nyawa. Siapapun yang melanggar perlintasan pintu KA, nyawa taruhannya. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PS TIRA JAMU AREMA FC SORE INI – Membuka Jalan untuk Bertahan

  BANTUL (MERAPI) - Asa PS Tira Bantul untuk bertahan di Liga 1 musim 2019 belum habis. Meski kini menghuni

Close