Keluarga Penjahat

 

ilustrasi
ilustrasi

INI sungguh unik. Empat orang yang merupakan kakak beradik terlibat pencurian kendaraan bermotor, lebih spesialis lagi motor metik. Mereka, yakni MF, MH, IS dan RF, semuanya warga Sleman, saling berbagi tugas. Ada yang bertugas sebagai joki, esekutor hingga penadah. Mereka bekerja sistematis layaknya pekerja profesional, sayangnya di bidang kejahatan.

Hingga pada saatnya mereka terkena batunya, tertangkap petugas dan kini meringkuk di sel tahanan kepolisian. Bagi mereka, tak perlu pengetahuan yang njlimet untuk mencuri motor, apalagi sasarannya motor metik yang tidak dikunci stang di parkiran. Sebelum beraksi, mereka bikin peta lokasi terlebih dulu, kemudian melakukan survei hingga eksekusi.

Sepertinya, bagi mereka, mencuri motor adalah bukan kejahatan baru. Terlebih sudah 4 kali beraksi dan mengincar motor metik. Setelah berhasil membawa motor curian, salah seorang pelaku mengutak-atik kontak sehingga motor bisa dinyalakan, selanjutnya tancap gas. Sementara barang curian dilempar ke Klaten yang notabene tak terlalu jauh dengan lokasi pencurian.

Kalau dilihat modusnya, sebenarnya sangat sederhana dan konvensional. Untuk mencegahnya tentu butuh partisipasi dari pemilik motor. Bila pemilik motor lupa mengunci stang, maka ini peluang bagi mereka untuk beraksi. Pelaku tak perlu menggunakan kunci T atau sejenisnya, tapi cukup menuntun motor tersebut keluar dari parkiran dengan didorong pelaku lainnya yang juga mengendarai motor.

Terkadang, dalam beberapa kasus, motor dikunci stang saja bisa dibobol, apalagi tidak dikunci. Bagi yang tertib mengunci motor, disarankan untuk menguncinya dalam posisi stang belok kanan. Lazimnya, orang mengunci dalam posisi stang belok kiri. Bila belok kanan, relatif sulit bagi pelaku untuk membobol. Kalaupun bisa, butuh waktu yang tidak singkat.

Hal yang fenomenal dalam kasus di atas, bagaimana mungkin satu keluarga, kakak beradik jadi pencuri motor, bahkan menganggapnya sebagai matapencaharian sehari-hari ? Langkah mereka jelas salah dan sesat, sehingga aparat penegak hukum harus meluruskannya, yakni melalui proses peradilan. Mereka harus dihukum sesuai kesalahannya. Diharapkan, dengan mendekam di lembaga pemasyarakatan nanti, sekeluarga ini insyaf dan memilih mencari uang dengan cara halal.
Selanjutnya, mereka harus menanggalkan statusnya sebagai keluarga pencuri, tetapi keluarga budiman yang insyaf. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
MALING MOTOR DISERGAP POLISI-Rp 15 Juta Hasil Nyolong Habis untuk Foya-foya

YOGYA (MERAPI)- Motor Honda Beat milik pengusaha warung makan di Jalan Masjid Pakuncen Wirobrajan Yogya, Imam Ismail (24) asal Tasikmalaya

Close