Pengangguran Cabuli Anak

 

ilustrasi
ilustrasi

KASUS pencabulan dengan korban anak di bawah umur, tak boleh diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku harus diproses hingga ke pengadilan. Kalaupun ada musyawarah kekeluargaan, sama sekali tak boleh mempengaruhi proses hukum.

Pernyataan tersebut perlu ditegaskan dan diterapkan dalam meneropong kasus pencabulan yang menimpa seorang siswi SMP, sebut saja Kencur (11) baru-baru ini. Kencur diduga kuat telah dicabuli hingga beberapa kali oleh SU (20), pemuda pengangguran, warga Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul.

Kasus mencuat karena SU yang ternyata adalah pacar korban, mengancam akan melakukan kekerasan bila Kencur tidak mau melayani hasratnya untuk berhubungan badan. Ancaman tersebut disampaikan melalui pesan singkat (SMS).

Lantaran takut dengan ancaman SU, Kencur lapor kepada ayahnya, yang kemudian memanggil SU. Mungkin lantaran SU adalah pacar putrinya, ayah Kencur mengajaknya untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. Namun, entah bagaimana mulanya, tiba-tiba Kencur menjerit histeris sambil mengatakan dirinya telah disetubuhi SU hingga beberapa kali. Sontak warga yang mendengar teriakan Kencur emosi dan langsung menghajar SU hingga babak belur.

Pemuda pengangguran ini pun akhirnya ditahan di kepolisian. Upaya ayah Kencur yang menginginkan masalahnya diselesaikan secara kekeluargaan sebenarnya bisa dimaklumi, apalagi SU adalah pacar putrinya. Namun ia tidak paham bahwa pencabulan terhadap anak-anak seperti Kencur adalah delik biasa, bukan aduan, sehingga tak bisa diselesaikan secara damai atau kekeluargaan.

Bahkan, SU yang notabene sudah dewasa bakal diancam hukuman berat maksimal 15 tahun penjara sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak. Tak hanya itu, SU juga terancam denda yang jumlahnya cukup fantastis hingga puluhan juta rupiah.

Kiranya tak ada dalih bagi SU untuk berkilah. Ia tak bisa berkilah misalnya dengan mengatakan hubungan mereka didasarkan atas dasar suka sama suka. Dalam UU Perlindungan Anak, hal itu tak membawa pengaruh signifikan. Baik suka sama suka, bujukan maupun paksaan, pelaku pencabulan anak tetap diancam hukuman berat.

Ayah Kencur juga harus berpikir ulang, jangan sampai putrinya berhubungan lagi dengan SU. Dengan kata lain, terkait kasus tersebut, hubungan pacaran antara mereka semestinya putus. Orangtua mana ingin punya calon menantu bejat ? (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Petugas mengevakuasi mobil dari Selokan Mataram.
Hindari Motor, ‘Kijang’ Nyemplung Selokan Mataram

GODEAN (MERAPI)- Gara-gara menghindari sepeda motor di jalan sempit, mobil Toyota Kijang AB-148-SQ yang dikemudikan Dwi Prihadi (41) warga Mlati,

Close