Penyebab Kecelakaan Pesawat

 

ilustrasi
ilustrasi

MASYARAKAT hingga kini masih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang Jawa Barat. KNKT optimis bisa mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan. Pertanyaannya,
kapan masyarakat, khususnya keluarga korban, bisa memperoleh informasi tersebut ?

Bila mengikuti aturan umum, KNKT baru bisa mengumumkan hasil penyelidikannya setahun setelah black box atau kotak hitam ditemukan. Namun ini terjadi ketika Indonesia tak punya alat untuk membaca black box sehingga harus dikirim ke luar negeri. Namun kini KNKT telah memiliki alat untuk membaca black box sehingga diharapkan hasil penyelidikannya bisa diumumkan secara cepat.
Benarkah demikian ? Nampaknya, masyarakat memang harus bersabar.

Karena KNKT harus sangat hati-hati sebelum mengumumkan, analisanya harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mengunduh (download) black box mungkin bisa sehari atau dua hari, namun untuk menganalisanya butuh waktu yang tidak singkat. Apalagi, hingga tulisan ini dibuat, Tim Basarnas Gabungan baru menemukan bagian dari black box yang dinamakan Flight Data Recorder
(FDR) yang isinya tentang teknis penerbangan, sedangkan bagian lainnya, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum ditemukan.

Padahal, CVR sangatlah penting untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi pada pesawat naas itu. Sebab, CVR berisi percakapan pilot dengan menara pengawas dan sebagainya. Data ini tentu penting karena bisa mengetahui apa isi percakapan pilot dengan menara pengawas sebelum pesawat jatuh.

Lagi-lagi, untuk hal ini masyarakat akan kecewa karena tak bisa segera mengetahui apa yang terjadi pada pesawat Lion Air JT 610 itu. Saat ini yang bisa dilakukan hanyalah menduga-duga dengan menghubungkan kejadian sebelumnya, misalnya ketika pesawat tersebut mengalami
trouble saat penerbangan dari Denpasar Bali ke Bandara Soekarno Hatta.

Bahkan Dirut Lion Air juga mengakui ketidakberesan tersebut, namun setelah diperbaiki pada malam harinya pesawat dinyatakan layak terbang. Keesokan harinya Lion Air JT 610 yang sebelumnya bermasalah itu pun terbang untuk terakhir kalinya hingga kemudian ditemukan jatuh meledak berkeping-keping di Perairan Karawang.

Masyarakat sepertinya dibuat bingung karena tak juga mendapat informasi yang pasti tentang penyebab kecelakaan. Bahkan, seperti pada kasus-kasus kecelakaan pesawat sebelumnya, KNKT baru mengumumkan hasilnya ketika masyarakat sudah melupakannya. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PRAPERADILAN BATAL DICABUT- Pemohon Ingin Uji Penetapan Tersangka

  BANTUL (MERAPI) - <P>Permohonan praperadilan tersangka penggelapan mobil, Edy Susanto SAg warga Dusun Krapyak Kulon Panjagrejo Pundong Bantul terhadap

Close