Pembunuh Darah Dingin

 

ilustrasi
ilustrasi

BENARKAH arwah korban pembunuhan bisa mendatangi pelaku ? Atau, korban datang dalam mimpi pelaku pembunuhan ? Bagi orang yang beragama, tentu jawabnya tidaklah mungkin. Sebab,orang yang sudah meninggal sudah tak bisa lagi berhubungan dengan orang hidup. Kalau ada yang beranggapan arwah orang yang meninggal masih gentayangan, boleh jadi itu hanyalah jin yang menyerupai manusia.

Dalam kasus pembunuhan bocah SD, Am (10) yang mayatnya ditemukan di Kali Winongo, pelaku yakni Nova Candra alias Nopek mengaku didatangi korban dalam mimpi. Dalam mimpinya korban juga mengajak Nopek untuk mati bersama. Hal itu terungkap saat digelar rekonstruksi pembunuhan
beberapa hari lalu.

Benar atau tidak cerita Nopek yang didatangi korban, tidaklah penting. Yang lebih penting, Nopek sangat lancar memperagakan adegan demi adegan. Mulai dari berpapasan dengan ibu korban hingga membawa korban ke tepi sungai, dilanjutkan merampas perhiasan dan memperkosanya dalam
kondisi korban pingsan. Adegan berikutnya, Nopek membuang korban dalam kondisi pingsan hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Semua dilakukan Nopek dengan tenang, bahkan tidak menunjukkan raut penyesalan. Ia pantas disebut sebagai pembunuh berdarah dingin. Sementara ibu korban yang menyaksikan adegan tersebut hanya bisa menangis. Ibu mana tak menangis melihat anaknya diperkosa dan dibunuh ? Pengakuan Nopek yang menyesal dan meminta maaf kepada ibu korban, sangat sulit dipercaya. Apalagi dalam rekonstruksi tersebut tak terlihat raut muka penyesalan. Bahkan, bila Nopek dibiarkan melenggang, atau nanti mendapat hukuman ringan, dimungkinkan ia mengulangi perbuatannya.

Kemarahan ibu korban sangat bisa dimaklumi. Wajar pula bila ibu korban menuntut agar Nopek dihukum mati. Namun semua tergantung pada aparat penegak hukum. Hukuman mati bisa dijatuhkan bila pelaku terbukti melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur Pasal 340 KUHP. Bila tidak ada unsur perencanaan, tidaklah mungkin hakim menjatuhkan hukuman mati.

Sebenarnya, yang dimaksud ibu korban adalah pelaku dihukum seberat-beratnya. Artinya pelaku dihukum maksimal sesuai tingkat kesalahannya. Mungkin ada yang berpendapat, bila dihukum mati, malah terlalu ringan, karena langsung selesai. Sementara bila dihukum 20 tahun, yang bersangkutan masih bisa merasakan derita di penjara. Nopek memang layak menerima hukuman berat, karena kejahatannya jauh melebihi perilaku binatang. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
BUNTUT KEABSAHAN IMB SPBU TIMOHO- Penggugat Akan Ajukan Peninjauan Kembali

  YOGYA (MERAPI) - Seorang penggugat Eko Wibowo warga Griya Timoho Estate Muja-muju Yogyakarta akan mengajukan peninjauan kembali (PK) terkait

Close