Tak Asal Pilih Pacar

 

ilustrasi
ilustrasi

DI zaman yang serba tak menentu ini, untuk mendapatkan pacar harus pilih-pilih atau selektif. Sebab, bila salah pilih, yang tersisa hanya penyesalan. Sudah menjadi kelaziman, pada awal berpacaran semua terlihat manis, namun seiring perjalanan waktu, watak asli sang pacar mulai terlihat. Bahkan, terungkap pacaran hanyalah sekadar modus untuk mendapatkan uang atau harta.

Agaknya inilah yang terjadi pada Anugrahati (30) warga Kajor Nogotirto Gamping Sleman yang dikibuli pacarnya, AK (21), warga Wonosari Gunungkidul. Mereka berkenalan lewat media sosial, selanjutnya berlanjut pacaran hingga beberapa bulan. Hingga pada suatu ketika AK meminjam motor AK untuk suatu keperluan.

Tanpa curiga Anugrahati menyerahkan motornya lengkap dengan surat-suratnya kepada AK. Namun hingga beberapa lama motor tak dikembalikan, dan ternyata telah dijual seharga Rp 8 juta. AK pun menjanjikan kepada pacarnya Rp 5 juta hasil penjualan motor. Namun janji itu tak pernah ditepati. Bahkan, AK sulit dihubungi. Korban pun melaporkan pacarnya ke polisi dan langsung ditangkap.

Anugrahati sepertinya sudah terlalu percaya kepada AK yang dikiranya orang baik. Apalagi, yang bersangkutan telah berjanji untuk menikahinya. Entahlah, apa yang telah mereka lakukan selama ini. Apakah korban telah tertipu luar dalam, masih perlu ditelusuri. Namun, biasanya, kalau seorang perempuan sudah jatuh hati, apapun diberikan, termasuk barang yang paling berharga.

Yang jelas, AK telah membohongi sang pacar, bahkan menggelapkan motornya. Tindakan tersebut jelas-jelas diancam pidana. Meski demikian, masih ada sisi kritis dalam diri Anugrahati. Terbukti, begitu pacarnya sulit dihubungi dan lama tak mengembalikan motornya, ia langsung lapor polisi. Artinya ia sadar dampak laporang tersebut, yakni sang pacar terancam penjara. Apa boleh buat, Anugrahati memilih jalan tersebut.

Pertanyaannya, apakah dengan memenjarakan sang pacar, hubungan asmara mereka tetap berlanjut ? Logikanya tentu tidak. Kalau memang Anugrahati masih mencintai AK, mengapa lapor polisi ? Agaknya, dengan kejadian tersebut telah menyadarkan yang bersangkutan untuk memutuskan hubungan asmara untuk kemudian menyerahkan urusan kepada polisi.

Kasus di atas bisa menjadi pelajaran bagi kaum perempuan untuk berhati-hati memilih pacar, jangan asal pilih. Kalau perilakunya mencurigakan, apalagi sampai menjual barang milik pacar, patut diduga ada maksud tersembunyi di balik hubungan tersebut. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Jelang Musim Hujan, BPBD Pastikan Kesiapan Peralatan Lapangan

KARANGANYAR (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mengecek seluruh peralatan petugas lapangan dalam rangka memastikan kesiapan operasional. Pemeriksaan

Close