Percobaan Bunuh Diri

 

ilustrasi
ilustrasi

PERNAH menyaksikan orang mencoba bunuh diri ? Pasti sangat dramatis seperti di film atau tayangan sinetron. Dan, itulah yang terjadi di kawasan Jalan Godean Km 6 Sleman Selasa pekan lalu. Irfan Romadhona (21) warga Nglarang Sidoarum Godean Sleman mencoba bunuh diri dengan melompat dari atap ruko. Masyarakat yang lewat di kawasan itu pun panik dan melihat detik-detik menegangkan itu. Namun, akhirnya, setelah dibujuk aparat Polsek Godean, aksi nekat Irfan berhasil digagalkan.

Warga pun merasa ayem setelah polisi berhasil menyelamatkan Irfan yang ternyata baru dipecat dari pekerjaannya. Berdasar catatan kepolisian, ia adalah residivis entah dalam kasus kejahatan apa. Irfan akhirnya bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Pertanyaannya, adakah yang menjamin Irfan tidak mengulangi perbuatannya ? Entahlah.

Residivis atau apapun statusnya, tetap berhak untuk hidup. Tindakan kepolisian yang menyelamatkan nyawa Irfan patut diapresiasi. Andai polisi hanya diam dan membiarkan yang bersangkutan melompat dari atap ruko, mungkin Irfan sudah meregang nyawa. Tentu tidak ada ancaman pidana bagi orang yang gagal bunuh diri.

KUHP hanya mengancam pidana terhadap orang yang membujuk atau memberi sarana kepada orang lain untuk bunuh diri. Tapi bila bunuh dirinya gagal, si pembujuk ini tidak dipidana. Sebaliknya, bila bunuh dirinya berhasil, maka si pembujuk atau pemberi sarana bakal dipidana. Namun, adakah orang yang membujuk orang lain untuk bunuh diri ? Kalaupun ada, kasusnya pasti sedikit.

Bagaimana halnya dengan Irfan ? Sepertinya, tindakan Irfan didorong oleh keinginan pribadi lantaran stres dipecat dari pekerjaannya. Tak ada yang membujuknya untuk bunuh diri. Nampaknya wajar, orang akan stres bila dipecat dari pekerjaannya. Bahkan, terkadang akal sehat tak lagi bisa digunakan. Namun, kondisi tersebut tak selalu berakhir dengan bunuh diri, karena masih banyak alternatif untuk mendapatkan pekerjaan.

Kini setelah Irfan kembali ke rumah, maka kuncinya terletak pada keluarga. Sejauh mana keluarga memotivasi Irfan untuk bangkit dan optimis mendapatkan pekerjaan, tentu akan berpengaruh terhadap perilakunya. Apalagi, Irfan telah memiliki istri dan dua anak. Seharusnya kondisi ini lebih mendorong yang bersangkutan untuk lebih bersemangat mencari nafkah buat keluarganya. Asal mau bekerja, rezeki tak kan lari. (Hudono)

Read previous post:
UTANG PIUTANG DIKEMAS JUAL BELI- Penggugat Mengaku Tak Pernah Jual Tanah

  SLEMAN (MERAPI)- Penggugat Ny Suhartinah, Retno Yuliastuti dan Intan Rahayu Nurhidayah ketiganya warga Klurak Baru Bokoharjo Prambanan Sleman mengajukan

Close