Kekuatan Cinta

 

ilustrasi
ilustrasi

CINTA bisa menggerakkan apa saja. Bahkan, gara-gara cinta orang bisa kalap dan membunuh orang lain. Itulah yang melatarbelakangi OC (50), warga Trianggo Gamping Sleman, menusuk seorang ibu rumah tangga Ny YN (45) warga Ketingan Mlati Sleman. Usai menusuk mantan kekasihnya itu, OC berusaha bunuh diri dengan cara menusuk perutnya dengan pisau. Namun upaya itu gagal setelah sesampai di rumah OC ditolong anaknya dan dibawa ke rumah sakit. Waktu itu, anak OC tak mengira bila ayahnya baru saja menusuk Ny YN kemudian berusaha bunuh diri.

Sebulan setelah kejadian itu, polisi pun meringkus OC. Ia ditangkap bukan lantaran mencoba bunuh diri, melainkan karena telah menusuk Ny YN hingga mengalami luka serius. Pada dasarnya orang yang mencoba bunuh diri memang tidak bisa dihukum. Tapi dalam kasus di atas, polisi menangkap OC bukan lantaran percobaan bunuh diri, tapi karena telah melukai mantan kekasihnya itu.

OC pun dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Meski Ny YN tidak meninggal, tetap saja OC dijerat pasal tersebut, karena perbuatannya telah mengakibatkan korban luka parah. Terlebih, sejak awal sudah ada niatan dari OC untuk melukai, atau bahkan bermaksud membunuh Ny YN. Hal ini terlihat ketika OC mendatangi Ny YN dengan membawa pisau. Pisau tersebut diduga akan digunakan bila Ny YN tak mau menjalin asmara dengannya.

Nyatanya, Ny YN sudah tak mau lagi berhubungan asmara dengan OC sehingga permintaan untuk kembali menjalin asmara ditolak mentah-mentah. Begitu ditolak, pisau pun bicara. OC dengan kalap langsung menusuk Ny YN. Itulah kekuatan cinta yang membabi buta. OC sama sekali tidak memperhitungkan akibatnya.

Cinta memang bukan logika, sehingga tak bisa diambil rumus pasti. Misalnya, kalau OC memang cinta mengapa melukai orang yang dicintai ? Boleh jadi, OC tergolong laki-laki yang temperamental, sehingga gampang marah dan kalap ketika keinginannya tidak kesampaian.

Kalaupun OC punya sifat temperamental, bukan berarti akan meringankan hukuman. Sifat tersebut sama sekali tak bisa menghapus kesalahan atau jadi alasan pemaaf. Berbeda bila pelaku mengalami gangguan jiwa alias gila, baru bisa terbebas dari hukuman. Karenanya, OC harus diproses hingga pengadilan. (Hudono)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Brotowali tumbuh liar namun memiliki banyak manfaat kesehatan
Brotowali Sembuhkan Kudis dan Rangsang Nafsu Makan

BROTOWALI merupakan sejenis tanaman obat tradisional yang biasa tumbuh di pekarangan maupun di dalam hutan. Tanaman ini tergolong jenis tanaman

Close