Begal Seksual

 

ilustrasi
ilustrasi

JUDUL di atas mungkin mengundang banyak penafsiran terkait maknanya. Sengaja penulis membuat judul tersebut agar berbeda dengan biasanya lantaran kasus yang hendak kita diskusikan ini sangat spesifik. Begal adalah sebutan penjahat yang mencegat korbannya di jalanan dan tempat sepi, kemudian memaksanya menyerahkan barang berharga.

Tapi begal jenis ini berbeda. Penjahat tersebut memepet perempuan yang naik kendaraan bermotor sendirian, kemudian menyuruhnya turun dan langsung meremas payudara atau bagian tubuh sensitif lainnya bila korban tak mau diajak kencan. Ini termasuk modus baru dalam kejahatan seksual. Pelaku tidak mengincar barang berharga (dalam arti ekonomi) milik korban, melainkan mengincar bagian sensitif korban demi kepuasan seksual.

Usai melakukan pelecehan seksual, pelaku langsung tancap gas. Upaya korban dengan berteriak dan minta tolong kepada warga menjadi sia-sia karena pelaku keburu kabur. Ini pula yang terjadi pada seorang gadis, sebut saja Kencur (20), warga Wonosari, ketika melewati jalan Wonosari-Karangmojo, tepatnya ruas Jalan Bendungan Kecamatan Karangmojo Rabu pekan lalu. Tak tahu dari mana mulanya, tiba-tiba ia yang mengendarai motor sendirian dipepet pria misterius yang mengendarai motor.

Apa yang terjadi kemudian ? Kencur pun menuruti kemauan pelaku dengan menghentikan motornya. Setelah itu pelaku pura-pura menanyakan alamat. Tapi berikutnya pelaku mengajak Kencur berkencan dengan sejumlah imbalan. Karuan korban menolak dan seketika pelaku meremas payudara korban. Korban pun menjerit minta tolong, namun pelaku sudah tancap gas tak terkejar.

Ini memang modus baru dalam kejahatan seksual. Pelaku kelewat nekat, antara lain beraksi di siang bolong dan di jalanan umum. Pelaku tentu sudah memperhitungkan risikonya, karenanya aksinya sangat cepat karena khawatir ketahuan warga. Sementara korban tak menaruh curiga lantaran pelaku hanya sekadar bertanya alamat.

Sudah ada lima kasus serupa di Gunungkidul, dua di antaranya berhasil diungkap dan 2 pelaku dibekuk. Tidak ada motif ekonomi dalam kejadian tersebut, melainkan murni kejahatan seksual. Pelaku nampaknya hanya ingin memuaskan hasrat seksualnya. Bila tertangkap, pelaku dijerat pasal pelecehan seksual, antara lain Pasal 281 KUHP tentang merusak kesusilaan di depan umum dengan ancaman pidana dua tahun delapan bulan penjara.

Bagi para wanita hendaknya berhati-hati, jangan mau dihentikan orang tak dikenal di tengah jalan, apalagi hanya sekadar tanya alamat. Patut diduga orang tersebut bermaksud tidak baik. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HUJAN ANGIN DI GUNUNGKIDUL- 1 Rumah Roboh, Balai Desa Hancur Tertimpa Pohon

  WONOSARI (MERAPI) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Drs Edy Basuki MSi mengingatkan warga yang bermukim

Close