Adu Cepat dengan Pencuri

 

ilustrasi
ilustrasi

PENCURI selalu akan mencari kelengahan dan kelemahan korbannya. Karenanya agar tidak menjadi korban pencurian, masyarakat harus hati-hati. Dalam kasus pencurian kendaraan bermotor misalnya, acap pelaku sangat lihai, misalnya hanya dengan menggunakan kunci T sudah berhasil membawa kabur motor korban.

Motor dikunci saja bisa dibobol maling, apalagi tidak dikunci. Lebih parah lagi bila kunci kontak masih menggantung di motor, pelaku tinggal menghidupkan dan langsung tancap gas. Dalam kasus ini, berlakulah ungkapan yang sangat populer dalam dunia kriminal, yakni kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, melainkan juga karena ada kesempatan. Artinya, meskipun sudah ada niat, tapi tidak ada kesempatan, niscaya kejahatan tidak terjadi. Sebaliknya, meski tidak ada niat, namun ada kesempatan, kejahatan bisa terjadi.

Ungkapan tersebut tentu hanya berlaku bagi mereka yang memang ada bakat atau naluri berbuat jahat. Sebab, bagi orang baik, meskipun ada kesempatan, tidak akan melakukan kejahatan, karena bukan saja hal itu melanggar hukum, tapi juga bertentangan dengan nilai-nilai moral kemanusiaan.

Agaknya, ungkapan di atas tepat untuk menggambarkan kasus pencurian kendaraan bermotor yang dialami korban Zikrisma Alawiyah (20), asal Riau baru-baru ini. Gara-gara lupa tidak mencabut kunci kontak, motor Honda Beat BM 4572 VM yang diparkir di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogya raib dibawa kabur pencuri. Padahal, motor hanya ditinggal sekitar satu jam untuk berolahraga di Alkid. Ia menyadari kunci kontaknya masih tergantung di motor, namun terlambat dan kalah cepat dengan si maling.

Ketika korban menanyakan kepada orang di sekitar lokasi kejadian, tak satupun yang tahu tentang motor korban. Kasus pun dilaporkan ke polisi. Boleh dibilang, kasus pencurian itu terjadi akibat kelengahan korban yang tidak mencabut kunci kontak. Motor dalam kondisi dikunci saja tidak menjamin aman, apalagi kunci ditinggal, ibarat memberi makanan kepada pelaku.

Bisa jadi pula ada orang baik yang tahu ada kunci motor tertinggal, namun tak bisa berbuat apa-apa lantaran tak tahu siapa pemilik motor tersebut. Kalau mau opyak dan bertindak sendiri malah khawatir kalau dikira pencuri. Jika demikian, terjadi tidaknya kejahatan lebih banyak digantungkan pada kewaspadaan pribadi. Bila lengah, maka penjahat akan beraksi. (Hudono)

Read previous post:
Pria Kuciran Itu Sosok Kondang

GEDUNG keren ini beken dengan sebutan The Chamberlain. Nama ini tentu erat kaitannya dengan nama seorang serdadu senior yang kondang

Close