Teriakan Penghuni Rumah

 

ilustrasi
ilustrasi

KOMPLEKS perumahan acap menjadi sasaran empuk pencuri. Agaknya, pencuri sudah hapal suasana perumahan yang relatif sepi dan hubungan dengan tetangga kurang akrab lantaran penghuninya warga pendatang. Asumsi ini tidak selamanya benar, tapi juga tidak selamanya salah. Apalagi di perkotaan, acap antarpenghuni tidak saling kenal.

Meski di kompleks perumahan juga menyediakan petugas keamanan, tak berarti seratus persen dijamin aman. Namanya penjahat, akan selalu memanfaatkan kesempatan atau kelengahan penghuni rumah. Seperti terjadi baru-baru ini di kompleks perumahan Roqa Hill Residence Argorejo Sedayu Bantul, pencuri berhasil menyatroni rumah Efi Mariyani (41) yang saat itu sedang berada di kamar.

Pencuri sempat mengucap permisi, namun Efi tak segera membukakan pintu yang dalam keadaan terkunci. Tak tahunya pelaku langsung beraksi mengambil dompet, uang dan perhiasan bernilai jutaan rupiah. Aksi pencuri ini ternyata didengar Efi yang kemudian berteriak maling. Mendengar teriakan Efi, sontak warga perumahan berhamburan menuju arah suara. Beruntung, pelaku belum beranjak ke luar kompleks perumahan sehingga berhasil diringkus warga untuk kemudian diserahkan kepada polisi.

Semula, untuk menghilangkan jejak, pencuri membuang dompet hasil kejahatannya, namun terlambat karena warga keburu mengepung dan meringkusnya. Hs, pencuri tersebut tak bisa berkelit ketika diinterogasi petugas. Ia pun dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun.

Sudah tidak mendapatkan apa-apa, masih harus mendekam di penjara. Itulah risiko pencuri. Masih mendingan Hs tidak babak belur. Padahal, biasanya, pencuri yang ketangkap akan menjadi bulan-bulanan warga dan baru diserahkan ke polisi ketika kondisinya sudah babak belur.

Bila dicermati, aksi Hs tergolong terang-terangan. Ia tidak mengendap-endap untuk mencuri, melainkan mengetuk pintu dan mengucapkan permisi. Artinya, ia sadar bakal bertemu dengan penghuni rumah. Namun lantaran terlalu lama penghuni rumah tak keluar, pencuri tak sabar ingin segera menguras barang-barang di dalam rumah.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa masih ada kepedulian warga perumahan terhadap tetangga. Andai Efi tidak berteriak maling, mungkin tidak ada tetangga yang datang membantu karena mereka tidak tahu. Lagi-lagi, dalam menanggulangi kejahatan, teriakan adalah senjata paling ampuh, karena dipastikan penjahat akan panik. Namun, untuk berteriak harus lihat sikon jangan sampai justru membahayakan keselamatan korban. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Minibus Vs Truk, 3 Luka Berat

  WONOSARI (MERAPI) - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Rongkop – Girisubo, Gunungkidul di Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo, Kamis

Close