Bila Pelajar Digertak

 

ilustrasi
ilustrasi

PELAJAR selalu menarik perhatian, baik karena aktivitas negatif maupun positif. Misalnya aksi tawuran, klitih, sering melibatkan pelajar. Namun, acap pelajar juga menjadi korban kejahatan. Bahkan, bagi penjahat, pelajar sepertinya menjadi sasaran empuk.

Ini pula yang dialami seorang pelajar SMA Abrian Mahendra (17), warga Bayat Klaten. Baru-baru ini ia menjadi korban penipuan penjahat yang mengaku terganggu aktivitas korban yang membleyer-bleyer motornya, KLX. Padahal Abrian yang saat itu bersama temannya sedang transaksi jual beli helm di sekitar Stadiun Maguwoharjo Sleman. Pelaku pun mengajak Abrian dan temannya menyelesaikan persoalan tersebut di suatu tempat.

Entah bagaimana awalnya, mereka berboncengan motor KLX Abrian menuju suatu tempat. Namun di tengah jalan pelaku minta berhenti dan mengaku akan menjemput temannya. Anehnya, Abrian dan temannya percaya begitu saja omongan pelaku. Begitu motor diserahkan, pelaku langsung tancap gas dan tak kembali.

Melihat kronologi di atas, agaknya pelaku sudah memahami kondisi psikologis korbannya yang cenderung takut ketika ditekan atau diancam. Meski ada temannya, Abrian seperti tidak berdaya menghadapi pelaku. Padahal, sebenarnya kalau mereka curiga, bisa minta tolong kepada warga sekitar. Apalagi, mereka tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan pelaku.

Namanya penjahat selalu tidak kekurangan akal untuk mengecoh korbannya. Hanya dengan main gertak, korban yang masih berstatus pelajar nyalinya langsung ciut. Padahal saat itu korban tidak sendirian tapi ada teman.

Semestinya, kalau tidak berbuat salah, siapapun tak boleh panik, tetap tenang dan konsentrasi. Dalam kondisi seperti itu, janganlah gampang menyerahkan motor kepada orang lain yang tidak jelas. Sebab, pelaku kejahatan akan selalu mencari celah kelengahan korban. Begitu korban lengah, motor yang sudah tidak dalam kekuasaannya langsung dibawa kabur pelaku.

Kalau korban tak kuasa melawan, mestinya minta bantuan orang lain. Terlebih, masih banyak orang lalu lalang di sekitar lokasi. Meski tidak kenal, warga pasti bersedia menolong. Tapi yang jelas, agar tidak menjadi korban, kewaspadaan harus ditingkatkan, apalagi di tempat yang sepi dan remang-remang. Boleh saja mereka bertransaksi helm, namun lebih baik di siang hari yang relatif aman. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SUKRO RIYADI AKBP Sahat Marisi Hasibuan menunjukkan pelaku KPK gadungan dan barang bukti kejahatannya.
KASUS PEMERASAN PETERNAK DI BANTUL-Penjual Kacamata yang Tiba-tiba Jadi Anggota KPK

BANTUL (MERAPI)- Terbongkarnya kasus pemerasan yang dilakukan Rs (40) warga Dlingo, Banyuroto, Nanggulan, Kulonprogo yang mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan

Close