Keselamatan Pekerja

 

ilustrasi
ilustrasi

SULIT membayangkan bagaimana perasaan orangtua ketika melihat anak kebanggaannya pulang sudah menjadi mayat. Wiwit Sutrisnoputro, TKI asal Dusun Jalakan Triharjo Pandak Bantul, Minggu dini hari lalu pulang sudah tak bernyawa karena mengalami kecelakaan kerja di Korea Selatan Rabu pekan lalu.

Orangtua Wiwit pun tak mampu berbuat apa-apa, melainkan hanya tertunduk pasrah. Dua tahun bekerja di Korea Selatan, sedikit banyak telah membantu keluarganya di Pandak Bantul. Namun Tuhan berkehendak lain, Wiwit meregang nyawa di negeri tetangga. Kedatangan jenazah Wiwit di Tanah Air pun disambut Bupati Bantul dan jajarannya beserta instansi terkait.

Bagi keluarga, Wiwit adalah pahlawan. Ia bisa menjadi contoh bagi generasi muda yang giat bekerja meski harus berada di negeri orang. Peristiwa meninggalnya Wiwit di Korea Selatan seharusnya juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Indonesia, khususnya kementerian di bidang ketenagakerjaan, untuk meninjau ulang fasilitas keselamatan kerja di negara tersebut.

Sebab, boleh jadi, fasilitas keselamatan kerja di luar negeri belum tentu memadai sehingga membahayakan nyawa pekerja. Sayangnya, Pemerintah Indonesia tergerak setelah ada kejadian. Lebih baik terlambat daripada tidak berbuat sama sekali. Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Korea Selatan harus meninjau sejauh mana perlindungan TKI di luar negeri.

Pun harus diteliti ulang bagaimana bentuk perjanjian kerja antara pengguna tenaga kerja dengan TKI yang bersangkutan. Bila tidak seimbang, atau merugikan TKI, perjanjian tersebut harus diperbaiki atau malah dibatalkan. Intinya, perjanjian kerja harus menguntungkan kedua belah pihak. Posisi masing-masing harus seimbang.

Tapi dalam praktiknya, posisi tenaga kerja selalu di bawah pengusaha, sehingga tak bisa berbuat apa-apa. Itulah pentingnya peran negara, dalam hal ini pemerintah Indonesia. Pemerintah harus menjamin bahwa tenaga kerjanya aman di luar negeri, tidak hanya menjadi objek pengguna kerja, melainkan subjek yang harus diperlakukan secara manusiawi.

Pengawasan harus dilakukan secara intensif, jangan hanya menunggu ketika terjadi kasus. Artinya, langkah antisipasi harus didahulukan ketimbang penindakan. Jangan lantas seperti kebakaran jenggot, atau tergaket-kaget ketika mendapati kasus kecelakaan kerja di luar negeri. Kematian Wiwit di Korea Selatan tetap harus diusut, apakah ada unsur kelalaian pengguna tenaga kerja dalam menyediakan fasilitas keamanan pekerja atau karena faktor lain. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PELAKU TERTANGKAP BASAH- Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

  BANTUL (MERAPI) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan razia miras. Kali ini petugas menyita ratusan miras

Close