Antisipasi Begal

 

ilustrasi
ilustrasi

LAMA tak terdengar, begal beraksi lagi. Tak tanggung-tanggung, kali ini begal memilih sasaran truk pengangkut telur di Ring Road Barat Desa Seren Kecamatan Gebang Purworejo, Kamis malam pekan lalu. Sang sopir, Soleh (31) warga Pakis Magelang dan kernetnya Supriyadi (31) warga Tegalrejo Magelang, tak berkutik ketika pelaku menodongkan gunting.

Pelaku yang saat itu mengendarai mobil Daihatsu Ayla awalnya meminta sopir truk berhenti. Begitu truk berhenti, salah seorang pelaku turun dan menanyakan alamat seseorang. Dalam kondisi lengah, pelaku lainnya naik ke truk dan langsung menodongkan gunting ke leher sopir, kemudian memaksa mereka masuk ke mobil pelaku. Mata dan mulut sopir serta kernet pun ditutup lakban, kemudian dibuang di sekitar RSJ Kramat Magelang. Korban kemudian ditolong warga, dan baru keesokan harinya lapor ke polisi.

Melihat kronologinya, nampaknya sangat sederhana. Mengapa begitu gampangnya sopir dan kernet menyerah hanya gara-gara ditodong gunting ? Apakah benar mereka tidak kuasa melawan ? Meski di sekitar lokasi dalam kondisi sepi, tetap saja ada orang yang lalu lalang. Tapi entahlah, boleh jadi korban sangat panik sehingga tak terbersit pikiran untuk melawan.

Hal menarik dan perlu menjadi bahan pertimbangan para pengguna jalan untuk waspada adalah modus pelaku yang pura-pura menanyakan alamat. Modus ini tergolong klasik, tapi ternyata efektif untuk mengecoh korban. Lazimnya, orang menanyakan alamat tak perlu harus menghentikan kendaraan lain. Nah, yang ini berbeda. Pelaku menghentikan truk hanya untuk menanyakan alamat. Dari peristiwa ini saja sudah terlihat kejanggalannya.

Kalau memang orang butuh tanya alamat, mengapa tidak menanyakannya kepada warga di sekitar lokasi, melainkan malah menghentikan kendaraan lain ? Agar peristiwa serupa tak terulang, janganlah gampang berhenti ketika ada orang menyetop kendaraan, kecuali kalau alasannya sudah sangat jelas, misalnya ada korban kecelakaan dan meminta tolong, atau kendaraan dihentikan oleh polisi.

Itupun tetap harus waspada, sebab tidak tertutup kemungkinan itu hanya aksi tipu-tipuan.
Logikanya, kalau hanya ditodong dengan gunting, korban sebenarnya masih ada peluang untuk melawan. Apalagi, korbannya dua orang. Tentu cukup waktu untuk melawan ketika pelaku mengikat atau menutup mata dan mulut korban dengan lakban. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SIDANG PEMALSUAN SURAT- Sekretaris RT Terima Imbalan Rp 3 Juta

  YOGYA (MERAPI) - Seorang Sekretaris RT 22 Kelurahan Muja Muju Yogyakarta, IS (50) diketahui menerima imbalan Rp 3 juta

Close