Rampok Siang Bolong

PERAMPOK semakin nekat dan tidak pilih-pilih waktu untuk beraksi. Bahkan, di bulan Ramadan pun mereka tak mengendurkan aksinya. Seperti yang terjadi di Gamping baru-baru ini, dua pelaku perampokan HP alias Helem (37), warga Gowongan Jetis Yogya dan MIW alias Irvan (31) warga Kemalang Klaten nekat merampok salon di Jalan Kabupaten Dusun Kwarasan Nogotirto Gamping.

Pemilik salon tak berdaya ketika pelaku menodongkan air soft gun, dan menyerahkan perhiasan emas, HP serta uang Rp 2 juta. Setelah itu pelaku langsung kabur. Untung polisi berhasil mengidentifikasi pelaku setelah menerima laporan dari korban, sehingga keduanya berhasil ditangkap di rumah masing-masing.

Nekatnya, aksi perampokan itu terjadi di siang hari bolong sekitar pukul 12.45. Pemilik salon tak berani berteriak minta tolong lantaran diancam pelaku menggunakan pistol yang ternyata hanya mainan. Padahal, seandainya ia berteriak, besar kemungkinan akan banyak warga yang menolongnya. Mungkin, pikir pemilik salon, daripada nyawa melayang lebih baik pasrah dan menyerahkan barang berharga kepada pelaku.

Langkah cepat polisi meringkus penjahat tentu patut diapresiasi. Sementara pengakuan pelaku bahwa mereka baru pertama kali beraksi tentu patut dipertanyakan. Penjahat kalau tertangkap pasti akan berusaha membuat pengakuan yang meringankan, bahkan kalau perlu membuat mereka terbebas dari hukuman.

Hal lain yang patut diperhatikan, aksi perampokan dengan air soft gun, bukanlah fenomena baru. Saat ditodong, korban tentu tak pernah berpikir bahwa pistol yang digunakan untuk menodong itu hanyalah mainan. Korban hanya memikirkan agar nyawanya selamat. Sementara pelaku memanfaatkan ketakutan korban untuk menguras hartanya.

Dilihat dari bentuknya air soft gun memang mirip dengan pistol beneran, sehingga rawan disalahgunakan. Karenanya, terkait dengan itu, aparat penegak hukum hendaknya menertibkan penggunaan air soft gun, karena ternyata barang mainan ini sering digunakan untuk melakukan aksi kejahatan.

Beberapa komunitas penggemar air soft gun sempat protes dengan penyebutan pistol mainan ini untuk aksi kejahatan. Padahal, nyatanya memang demikian, yakni ada penyalahgunaan pistol mainan untuk merampok. Pertanyaannya, mengapa pistol mainan tersebut sering disalahgunakan ? Tak lain karena bentuknya yang mirip dengan pistol beneran. Karena itu, kalau hendak ditertibkan, bentuk pistol mainan seharusnya dibuat berbeda secara signifikan agar tidak disalahgunakan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Soal Caleg Mantan Napi, DPR RI Minta KPU Jangan Ngotot

PATI (MERAPI) - Anggota Komisi II DPR RI, H Firman Subagyo SE MH meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak ngotot

Close