Berlagak Diserempet

 

ilustrasi
ilustrasi

INI juga modus konvensional perampokan. Berlagak motornya diserempet korban, lalu marah-marah dan ujung-ujungnya meminta uang atau benda berharga. Kalau tak diberi, pelaku mengancam akan memanggil teman-temannya untuk bikin perhitungan.

Modus inilah yang diterapkan Putra Missiano Rifty (31), warga Pedak Baru Banguntapan Bantul. Peristiwanya terjadi di Jalan Rindroad Timur Jalan Karangjambe Banguntapan. Saat itu Putra mengaku motornya hampir diserempet korban Ahmad Farid Ilham bersama teman-temannya. Putra pun menghentikan motor Farid sambil marah-marah. Ujung-ujungnya, Farid dimintai uang. Kalau tak mau, Putra yang bertato itu akan memanggil teman-temannya. Lantaran takut, Farid pun memberi uang dan HP yang nilainya Rp 1,9 juta.

Namun pelaku akhirnya berhasil diringkus dan dihadapkan ke meja hijau hingga dihukum 8 bulan penjara, Rabu pekan lalu. Hukuman tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa satu tahun penjara. Diharapkan hukuman tersebut mampu membuat Putra yang karyawan swasta ini jera.

Aksi penjahat yang menggertak calon korbannya terbukti efektif. Padahal, kalau saat itu korban bersama temannya melawan, belum tentu pelaku menang. Tubuh bertato tidaklah menunjukkan kekuatan seseorang. Apalagi, tato sudah dianggap lazim dalam pergaulan. Bahkan banyak artis di Indonesia yang bertato sebagai gaya hidup.

Hanya saja, acap tato diidentikkan dengan kekerasan, preman dan sebagainya. Terlebih, banyak kasus kejahatan yang pelakunya ternyata bertato. Putra yang bertato belum tentu ampuh, melainkan ia hanya sekadar menggebrak agar nyali korban ciut. Setelah itu, barulah ia beraksi meminta uang dan sebagainya.

Mungkin saat itu korban tak mau berlama-lama berurusan dengan penjahat sehingga menyerahkan uang dan HP. Padahal, ucapan Putra yang mengancam akan memanggil teman-temannya belum tentu benar. Pun ada jeda waktu bagi korban untuk melawan ketika pelaku menghubungi teman-temannya.

Tokh pada akhirnya pelaku tertangkap juga dan harus menjalani proses persidangan. Soal hukuman 8 bulan yang dijatuhkan hakim kepada Putra akan membuat jera, tentu tergantung yang bersangkutan. Kalau hukuman tersebut benar-benar dilaksanakan, apalagi tidak ada remisi, misalnya, tentu akan membuat pelaku berpikir ulang untuk mengulangi. Logikanya, hanya mendapat uang Rp 1,9 juta namun harus mendekam 8 bulan di sel penjara, tidaklah sebanding. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Waspadai Masuknya PGOT, Tim Gabungan Perketat Pengawasan Perbatasan

SUKOHARJO (MERAPI) - Tim gabungan Pemkab Sukoharjo melakukan antisipasi masuknya gerombolan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) selama puasa Ramadan

Close