Fenomena Bayi Hilang

ilustrasi

HEBOH hilangnya bayi dalam kandungan di Pandak Bantul masih menjadi perbincangan hangat masyarakat. Peristiwa aneh ini menimpa Ny WN, warga Kecamatan Pandak yang mengaku tengah hamil 9 bulan. Namun entah bagaimana awalnya, tiba-tiba pada dini hari terbangun dan mendapati perutnya yang semula membuncit telah mengempis, tanpa ada bercak darah sedikitpun.

Sontak peristiwa tersebut menggegerkan masyarakat Pandak. Apalagi, sebelumnya Ny WN mendapat firasat melalui mimpi ada sosok misterius minta bayinya. Kini pandangan masyarakat terbelah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut tidak benar peristiwa hilangnya bayi dalam kandungan. Sementara pandangan paranormal menyebut kemungkinan itu bisa terjadi karena terkait dengan hal-hal gaib.

Kedua ilmu itu sebenarnya tak perlu diperdebatkan karena kapanpun tak pernah ketemu. IDI pasti akan mendasarkan pada pemikiran yang bersifat ilmiah dan bersifat medis-kedokteran. Misalnya, perempuan yang perutnya membesar belum tentu hamil. Untuk menentukan kehamilan dan keberadaan janin, harus dilakukan melalui proses tertentu yang bersifat ilmiah. Bisa jadi yang ada dalam perut WN bukanlah janin, melainkan sesuatu yang lain yang oleh orang awam dianggap sebagai janin.

Namun, dalam pandangan paranormal bisa saja berbeda, dan meyakini bahwa ada janin yang kemudian hilang karena proses mistis yang tak bisa dijelaskan secara ilmiah. Sebab mereka menggunakan cara-cara khusus dalam melihat fenomena alam.

Meski demikian, hal-hal yang bersfat mistis ini ternyata diakomodasi dalam Rancangan KUHP yang baru. Para pembuat undang-undang akan memasukkan hal-hal yang berbau mistis atau supranatural, mungkin juga termasuk fenomena hilangnya bayi dalam kandungan, namun deliknya bersifat formil. Artinya, tak perlu dibuktikan adanya penghilangan bayi dalam kandungan melalui cara mistis, tapi cukuplah orang mengaku saja, misalnya mengaku menghilangkan bayi, sudah bisa kena delik.

Polisi sebagai penjaga kamtibmas mungkin akan bingung menghadapi fenomena bayi hilang dalam kandungan. Polisi hanya bertugas menenangkan masyarakat sehingga tidak panik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Lebih dari itu, polisi juga harus mengantisipasi agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.

Intinya, dua ilmu tersebut, yakni kedokteran dan supranatural tak bisa ketemu karena memilih jalurnya sendiri. Karenanya, tidaklah perlu memperdebatkan dua hal tersebut. (Hudono)

Read previous post:
DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK LEWAT FB- Ketua Apkomindo Desak Polisi Usut Tuntas

  YOGYA (MERAPI) - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Ir Soegiharto Santoso alias Hoky mendesak Polda DIY

Close