Hukum Siram Oli

 

ilustrasi
ilustrasi

AKSI anak yang menyiram tubuhnya dengan oli di Sleman ternyata berbuntut. Anak tersebut, AL (14), pelajar SMP ketahuan mencuri di bengkel milik Arif Alfian, warga Turi Sleman dihukum menyiram dirinya dengan oli atau dilaporkan ke aparat dukuh setempat. Sang anak pun memilih menyiram diri dengan oli. Aksi tersebut pun direkam oleh Arif dan disebar lewat grup WA warga setempat.

Akhirnya, rekaman aksi anak siram oli ini menjadi viral di media sosial, bahkan menjadi isu nasional. Sampai pada tahap itu, Arif baru menyadari ada yang keliru dengan tindakannya. Karenanya ia meminta maaf atas perbuatan tersebut dan berharap penyelesaikannya ditempuh secara kekeluargaan.

Andai rekaman anak siram oli tidak viral dan tidak menjadi isu nasional, mungkin Arif merasa tidak bersalah. Padahal yang menyebarkan rekaman tersebut justru dia sendiri. Artinya, sejak awal Arif merasa tindakannya sudah benar. Kini kasus tersebut bergulir hingga ke ranah hukum.
Meski memberi pilihan kepada AL untuk memilih hukuman, bukan berarti Arif bisa lepas dari tanggung jawab hukum. Sebab, terindikasi kuat, Arif melakukan paksaan kepada yang bersangkutan. Meski menggunakan istilah memilih, si anak tak punya kebebasan karena tetap harus menerima hukuman.

Bagi AL, jelas bahwa pilihan menyiram diri dengan oli adalah pilihan yang terpaksa. Ia merasa malu bila tindakannya dilaporkan ke aparat, sehingga lebih baik menyiram diri dengan oli. Tindakan tersebut termasuk bentuk kekerasan terhadap anak. Arif tak bisa berdalih karena anak tersebut mencuri lantas diperlakukan seenaknya.

Kalaupun anak tersebut mencuri, silakan saja dilaporkan ke polisi. Bahkan tidak dilaporkan sekalipun polisi punya kewenangan untuk menangani kasus pencurian tersebut. Namun, bila pencurian tersebut tergolong ringan atau ancaman hukumannya ringan, polisi dapat menggunakan kewenangannya untuk melakukan diversi, yakni proses di luar hukum.

Hal yang demikian, mungkin tidak dipahami Arif. Tapi harus diingat, Arif tak bisa berdalih dengan mengatakan tidak mengetahui masalah hukum sehingga berbuat demikian (menyuruh anak menyiram oli). Karenanya, proses hukum tetap jalan, terlebih kasus tersebut telah menjadi isu nasional. Kasus anak siram oli ini juga menjadi pelajaran bagi siapapun agar tidak melakukan tindak main hakim sendiri. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KASUS PENIPUAN DAN PENCUCIAN UANG- Kejari Terima Berkas BAP Angela Lee

  SLEMAN (MERAPI)- Setelah empat bulan mendekam di sel tahanan Polres Sleman, berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) artis Angela Lee

Close