Perempuan Pencopet

 

ilustrasi
ilustrasi

AKSI kejahatan tak hanya didominasi kaum pria. Perempuan pun bisa melakukan kejahatan. Dengan demikian, kejahatan bisa dilakukan siapa saja. Seperti aksi pencopetan yang terjadi di Pasar Colombo Depok Sleman Rabu lalu, pelakunya ibu rumah tangga, Ny EM warga Ngaglik Sleman. Berlagak sebagai pembeli, ia mengambil tas berisi uang Rp 4,2 juta milik pedagang krecek di Pasar Colombo. Untung aksinya ketahuan warga, sehingga ia berhasil diringkus.

Aksi Ny EM memang tergolong berani. Dengan menyaru sebagai pembeli krecek, ia memanfaatkan kelengahan penjual. Saat penjual melayani mengambilkan krecek itulah Ny EM beraksi mengambil tas yang diletakkan di rak. Berhasil menggaet tas, Ny EM langsung kabur. Ketika diinterogasi ternyata bukan sekali ini EM mencuri. Sebelumnya ia pernah mencuri di toko plastik Ngaglik. Modusnya pun serupa, yakni berpura-pura sebagai pembeli.

Bila dicermati, modus yang diterapkan EM tergolong klasik, yakni berpura-pura sebagai pembeli. Penjual tentu tak curiga karena mengira pelaku benar-benar pembeli, eh tak tahunya pencopet. Menghadapi hal demikian, para penjual harus hati-hati, jangan meletakkan tas atau tempat menyimpan uang di lokasi yang mengundang perhatian penjahat. Sebab, seperti sering diungkap para kriminolog, kejahatan terjadi bukan saja karena ada niat pelaku, melainkan karena ada kesempatan.

Menyimpan uang di tempat yang mudah diakses penjahat, akan mengundang pencopet beraksi. Karenanya, uang harus diletakkan di tempat yang aman dan tak mudah dilihat maupun diakses siapapun. Jadi, meskipun penjahat berlagak pembeli, akan kesulitan beraksi bila uang dalam posisi sulit diakses.

Perihal EM mencuri karena desakan ekonomi, itu juga alasan klasik. Hampir semua pencuri akan mengatakan berbuat kriminal karena alasan ekonomi. Padahal, belum tentu juga. Bisa jadi, mereka malas bekerja, sehingga memilih jalan pintas mencuri, dengan risiko masuk penjara.

Proses hukum terhadap EM sebaiknya juga melibatkan ahli. Ini untuk mengetahui motif sebenarnya EM mencuri, apakah memang karena faktor ekonomi atau faktor lainnya. Atau, jangan-jangan yang bersangkutan mengidap kleptomania, yaitu semacam penyakit kejiwaan berupa kesenangan mengambil barang milik orang lain. Di sinilah perlunya ahli sehingga hukuman yang dijatuhkan nanti benar-benar proporsional sesuai kesalahannya. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DIDUGA HASIL KEJAHATAN- Ditemukan Brankas Dekat Jembatan Baran

  MINGGIR (MERAPI)- Brankas diduga hasil kejahatan dibuang di pinggir jalan sebelah jembatan Dusun Baran, Sendangagung, Minggir, Sleman, Senin (30/4).

Close