Menangkal Ilmu Sirep

 

ilustrasi
ilustrasi

DI jagat maling, dikenal istilah ilmu sirep. Yakni ilmu untuk mempengaruhi calon korbannya agar terlelap sehingga tidak mengetahui ketika penjahat beraksi. Nampaknya itulah yang dialami Sunu (66), warga Jalan Imogiri Timur Bantul, Rabu pekan lalu. Ia dan keluarga yang biasanya terjaga tiba-tiba merasakan kantuk luar biasa sehingga enggan bangkit ketika ada suara mencurigakan. Ternyata, maling menyatroni rumahnya yang sekaligus digunakan untuk toko.

Kawanan pencuri itu menjebol atap tanpa diketahui sang pemilik ruko. Akibatnya barang dagangan rokok dan uang raib digondol pencuri. Anehnya, ruangan tempat penyimpanan rokok dan uang itu tepat bersebelahan dengan ruang tidur korban. Namun mereka tak bangun karena diserang rasa kantuk luar biasa.

Boleh percaya boleh tidak, keluarga Sunu tak ada satupun yang beranjak bangun. Padahal, sebelumnya istri Sunu mendengar ada orang melempar sesuatu ke rumahnya, namun karena rasa kantuk yang luar biasa, yang bersangkutan malah meneruskan tidurnya. Sang pencuri pun melenggang tanpa hambatan. Korban menderita kerugian jutaan rupiah.

Konon, memang ada pencuri yang mempelajari ilmu sirep agar aksinya tidak ketahuan. Entahlah dari mana mereka belajar ilmu tersebut. Pertanyaannya, kalau memang benar pencuri menggunakan ilmu sirep, apakah pasti mempan atau ampuh terhadap seluruh korbannya ? Jawabnya belum tentu.

Aji sirep atau sejenisnya, kalau memang ada, diduga menggunakan kekuatan jin atau setan. Sehingga bagi orang yang beriman, bisa melawannya dengan kekuatan iman. Misalnya, bila korbannya muslim, maka ilmu tersebut tidak akan mempan bila dibacakan Ayat Kursi atau Surat Albaqoroh. Artinya, tidak ada kekhawatiran bagi muslim bila mendapat serangan ilmu sirep.

Hanya saja, tingkat keimanan seseorang berbeda-beda. Boleh jadi, ketika iman seseorang lemah, maka jin atau setan gampang menyerang, sehingga korban tak kuasa melawan. Sementara dalam terminologi hukum tidak dikenal ilmu sirep. Hukum tetap memandangnya sebagai kasus pencurian dengan pemberatan, karena masuk ke rumah orang di malam hari dengan merusak fasilitas. Soal apakah pencuri menggunakan ilmu sirep atau tidak, tidaklah penting bagi hukum.

Dalam kasus di atas, sirep hanya digunakan sebagai sarana bagi penjahat untuk mempermudah dalam menjalankan aksinya. Dan, sebagai orang beriman, sirep harus dilawan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kembangkan Ekonomi Syariah, BI Gandeng Ponpes

SEMARANG (MERAPI) - Bank Indonesia (BI) menggandeng kalangan pondok pesantren (ponpes) untuk mengembangkan perekonomian syariah, sebagai alternatif pembiayaan dengan menggali

Close