Lempar Batu Wisatawan

 

ilustrasi
ilustrasi

ADAKAH kaitan antara aksi klitih dengan kunjungan wisatawan ? Pertanyaan ini penting diajukan agar ada upaya serius dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum untuk memberantas aksi klitih. Meski sejauh ini pengaruhnya belum signifikan, namun bila persoalan cah klitih tak ditangani secara tegas dan serius, sangat boleh jadi akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.

Kondisi ini mengacu pada peristiwa pelemparan batu oleh cah klitih terhadap mobil wisatawan ketika melewati Jalan Palagan Tentara Pelajar Ngaglik Sleman Rabu dini hari, pekan lalu. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba ada pengendara motor yang melempar mobil Toyota Hiace yang membawa rombongan wisatawan. Akibatnya kaca mobil bagian depan pecah, untungnya tidak ada yang terluka.
Meski demikian, peristiwa tersebut membuat para wisatawan syok.
Meski mobil berhenti, tetap saja jejak pelaku tidak terlacak. Hampir bisa dipastikan bahwa aksi mereka tergolong klitih, karena tidak menargetkan sasaran serta motif yang tidak jelas. Setelah berhasil melempar kaca mobil, para pelaku pun kabur ke arah utara dan tak terkejar.

Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa, teror klitih ini tentu sangat meresahkan masyarakat, khususnya para wisatawan. Mereka datang ke Yogya dengan harapan mendapapat jaminan kemananan, bukan hanya kenyamanan. Bagaimanapun aksi klitih ini telah mencoreng pariwisata di Yogya.

Fenomena di atas sekaligus menunjukkan bahwa aksi klitih sudah tak pandang bulu memilih target. Mereka tak peduli apakah sasarannya orang lokal atau wisatawan. Lantas apa tujuannya melempari kaca mobil ? Itupun tak jelas, karena itulah aksi mereka dinamai klitih.

Jika demikian, pemerintah daerah serta jajaran penegak hukum, khususnya kepolisian harus meningkatkan patrol di daerah-daerah yang dirasa tidak kondusif. Kalau perlu, panitia rombongan wisatawan meminta bantuan polisi untuk mengawal sampai tujuan.

Pelemparan batu oleh pelaku klitih terhadap mobil wisatawan ini tergolong baru. Sebab, dalam beberapa kasus serupa, korbannya adalah warga Yogya sekitar dan wisatawan. Sangat jarang mobil wisatawan jadi sasaran. Bila kasus pelemparan batu terhadap mobil wisatawan masih berulang, dikhawatirkan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Mereka menjadi takut datang ke Yogya karena bisa menjadi sasaran pelemparan batu. Nah, inilah tugas aparat kepolisian untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KPU Sukoharjo Siapkan Logistik Pilgub Jateng Awal Mei

SUKOHARJO (MERAPI) - Kebutuhan logistik Pilgub Jawa Tengah 2018 akan dipersiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo lebih awal dimulai sekitar

Close