Menjaga Kos-kosan

ilustrasi
ilustrasi

KOS-KOSAN di Yogyakarta menjamur. Hampir di setiap kampung ada kos-kosan. Apalagi, di dekat kampus, kos-kosan bertebaran, tinggal mau pilih yang mana. Agaknya, kondisi ini dimanfaatkan penjahat untuk beraksi. Mereka secara berkomplot memilih target kos-kosan untuk mendapatkan barang berharga, terutama laptop, HP dan dompet.

Inilah yang kini marak di Yogya. Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi, komplotan spesialis pembobol kos-kosan yang beraksi di Depok Sleman berhasil dibekuk polisi. Tak kurang mereka telah beraksi di 23 lokasi dan berhasil menggondol laptop, HP dan dompet. Umumnya pelaku beraksi ketika kos-kosan sedang ditinggal penghuninya.

Mungkin kebanyakan orang tidak menyangka bila komplotan pembobol kos-kosan ini bekerja sangat rapi dan terorganisir. Ada pembagian tugas di antara mereka. Tak tanggung-tanggung, selama merancang aksinya, mereka tidur di hotel, kemudian esoknya melakukan survei menggunakan motor rental. Dari situlah kemudian mereka berbagi tugas, siapa yang bertindak sebagai eksekutor dan siapa yang menjual hasil curian.

Aksi komplotan pencuri asal Bandung ini akhirnya harus terhenti setelah dibekuk aparat menyusul laporan saksi korban yang hapal dengan ciri-ciri pelaku. Kebanyakan dari pelaku ternyata residivis, sehingga terkesan profesional.

Mereka benar-benar pencuri, karena beraksi saat calon korbannya lengah. Mereka hanya menyatroni kos-kosan yang ditinggal penghuninya, entah pulang kampung atau hanya sekadar beli makanan. Dari mana pelaku mengetahui kos-kosan tak ada penghuninya ? Mereka mengandalkan survei secara langsung.

Mencermati fenomena pembobolan kos-kosan di Yogya, semuanya tergantung pada aspek pengamanan di lingkungan kos-kosan itu sendiri. Artinya, bila kos-kosan dijaga ketat, bahkan ada satpam misalnya, pelaku tentu tak berani beraksi. Tapi untuk kos-kosan biasa, tidak tergolong mewah, tentu tak ada satpam, sehingga keamanan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing penghuni.

Jika demikian, saran bagi para penghuni kos, janganlah meninggalkan barang berharga di dalam kos, entah itu laptop atau HP, apalagi dompet. Lebih baik barang tersebut tetap dibawa demi menjaga keamanan. Kalaupun ditinggal, harus dipastikan kamar terkunci dan ada penghuni lain yang bisa membantu mengawasi. Sebab, komplotan pembobol kos-kosan ini hanya beraksi ketika penghuni kos sedang pergi. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Jumlah Pemilih di Sukoharjo Turun

SUKOHARJO (MERAPI) - Jumlah pemilih dalam Pilgub Jawa Tengah 2018 di Sukoharjo mengalami penurunan signifikan. Hal tersebut diketahui dalam Daftar

Close