Menyembuhkan Kesurupan

 

ilustrasi
ilustrasi

TIDAK mudah untuk menjelaskan fenomena kesurupan. Kesurupan umumnya diartikan orang yang kemasukan jin atau makhluk halus. Mengapa makhluk halus merasuki orang tersebut ? Penyebabnya bermacam-macam, misalnya karena mengganggu keberadaan makhluk halus, mengambil benda yang terkait dengan makhluk halus dan sebagainya.

Orang tidak harus percaya dengan anggapan di atas. Sebab, ada pula yang berpendapat kesurupan atau istilah lainnya yang sejenis, tidak ada kaitan dengan makhluk halus, melainkan terkait dengan kondisi psikologis seseorang, misalnya dalam kondisi kelelahan dan sebagainya, sehingga muncul ekspresi yang di luar dugaan.

Hal itu kiranya tak perlu diperdebatkan. Namun kalau kita mengamati kasus kesurupan yang menimpa 45 wisatawan SMK 4 Tangerang seusai dari kunjungan ke Candi Prambanan, Selasa pekan lalu, memang terasa ada yang tidak masuk akal. Itu terlihat antara lain dari teriakan seorang siswi yang menggunakan bawasa Jawa yang intinya agar selendang dikembalikan. Padahal, siswi tersebut tak bisa berbahasa Jawa.

Ternyata, memang ada siswi yang mengambil selendang penutup candi, tapi tidak dikembalikan. Awalnya hanya satu orang yang kesurupan, namun kemudian menular ke teman-temannya yang total berjumlah 45 siswa. Polisi sebagai penjaga kamtibmas pun dibuat repot, sampai harus mendatangkan ustad untuk menyembuhkan mereka yang kesurupan. Sampai akhirnya, siswi yang diduga mengambil selendang dibawa ke Candi Prambanan untuk mengembalikan barang tersebut. Suasana pun kembali stabil dan para siswa kembali bisa beraktivitas.

Peristiwa tersebut tentu menjadi pelajaran penting bagi siapapun untuk menjaga perilaku, apalagi di area yang bukan miliknya. Meski terlihat sederhana, hanya mengambil selendang penutup candi, tindakan tersebut tetap tak terpuji. Bukan karena nilai ekonomi barang tersebut yang tidak seberapa, melainkan lebih pada adab sopan santun bahwa mengambil barang yang bukan haknya adalah tindakan tercela.

Terlepas ada tidaknya unsur magis di dalam benda tersebut, tindakan sisiwi SMK 4 Tangerang mengambil selendang penutup candi sangat tidak terpuji, bahkan dampaknya merembet ke siswa lainnya yang tak bersalah. Bagi orang yang beragama dan percaya hal gaib, andai ada yang mengalami kesurupan, untuk menyembuhkan hendaknya melalui pendekatan religius. Bagi orang Islam biasanya membaca ayat Kursi untuk mengusir jin atau makhluk halus. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
REPLIK GUGATAN TERHADAP ANAK KANDUNG- Sertifikat dalam Penguasaan Tergugat

BANTUL (MERAPI) - Penggugat pensiunan Polri, Radiyono warga Kampung Glagah UH 4/124 Warungboto Umbulharjo Yogyakarta menilai tergugat seorang PNS Pemkot

Close