Nyamar Sales Kecantikan

 

ilustrasi
ilustrasi

MEMANG, di zaman sekarang, hidup makin sulit. Apa-apa mahal, kata orang. Bahkan acap muncul ungkapan: mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal. Ungkapan itu mencerminkan sikap putus asa. Padahal, rezeki sebenarnya tersebar di mana-mana, tinggal bagaimana manusia mau berusaha mendapatkannya atau tidak.

Kita tentu sangat miris membaca berita di koran ini Rabu lalu tentang dua orang, laki-laki dan perempuan yang tega memperdaya seorang nenek, Ny Sartini (58), warga Dusun Sawah Girisekar Kecamatan Panggang Gunungkidul. Kedua orang tersebut mengaku sebagai sales produk kecantikan. Orang desa umumnya ramah ketika menerima tamu, sehingga keduanya dipersilakan masuk, bahkan hendak dibikinkan minum.

Namun tanpa diduga, si perempuan membuntuti Sartini ke dapur dan langsung menepuk pundaknya. Begitu mendapat tepukan di pundak, seketika Sartini pingsan. Kesempatan itu digunakan pelaku menguras perhiasan yang disimpan di lemari korban. Korban pun mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Setelah Sartini siuman, pelaku sudah kabur. Sartini kemudian melapor ke kantor kepolisian terdekat.

Entahlah, ilmu apa yang digunakan pelaku sehingga korbannya langsung pingsan begitu ditepuk pundaknya. Diduga pelaku menggunakan ilmu gendam sebagaimana sering dilakukan para penjahat. Saat itu korban tak kuasa melawan karena selain sendirian di rumah, korban juga berprasangka baik terhadap pelaku, sampai hendak dibikinkan minuman segala.

Modus yang diterapkan pelaku memang bukan tergolong baru, bahkan bisa dibilang sangat konvensional, tapi nyatanya tetap efektif. Pelaku sengaja memanfaatkan kondisi psikologis korbannya. Pelaku paham betul bahwa dengan menyamar sebagai sales, akan diterima secara baik oleh tuan rumah. Itulah pintu masuk bagi penggendam.

KUHP tidaklah mengatur soal ilmu gendam. KUHP hanya mengatur tentang tindak penipuan dan pencurian. Penipuan adalah serangkaian tindakan untuk memperdaya korbannya agar menyerahkan uang atau barang secara melawan hukum. Karenanya, polisi harus menangkap pelaku untuk mengetahui ada tidak jaringannya.

Lebih penting dari itu, masyarakat harus lebih waspada untuk selektif menerima tamu. Kalau hanya sendirian di rumah, apalagi perempuan, sebaiknya tak menerima tamu, kecuali orangnya sudah dikenal, tetangga atau famili misalnya. Jangan bukakan pintu bila tamunya meragukan. Kalau gelagatnya mencurigakan, segera hubungi tetangga atau saudara agar bisa diambil langkah antisipatif. (Hudono)

Read previous post:
BANYAK MINUM AIR LAUT, KORBAN PINGSAN- Terseret Ombak, 2 Wisatawan Diselamatkan SAR

  WONOSARI (MERAPI) - Lantaran terlalu asyik bermain air laut di muara sungai Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, dua orang

Close