Bawa Senjata Tajam

 

ilustrasi
ilustrasi

BELAKANGAN ini marak kejahatan menggunakan senjata tajam. Boleh dibilang hampir setiap hari polisi menangkap pelaku kriminal bersenjata tajam, baik itu pisau, pedang maupun clurit. Diharapkan polisi tak perlu menunggu sampai senjata tersebut memakan korban. Karenanya upaya pencegahan harus dilakukan, antara lain dengan merazia senjata tajam.

Baru-baru ini polisi mengamankan Rs (28), warga Jogoyudan Jetis Yogya, karena kedapatan membawa pedang saat memancing di Kali Code. Momentumnya kebetulan bersamaan ketika polisi sedang memburu pelaku pengeroyokan di sekitar Rs memancing. Tak mau mengambil risiko, polisi pun mengamankan Rs yang saat itu kedapatan membawa pedang. Saat diinterogasi Rs mengaku pedang tersebut digunakan untuk mencari ikan.

Dalam penanganan suatu perkara, polisi tak boleh hanya mengandalkan pengakuan, melainkan juga pada bukti lainnya. Karena itu, benar tidak pengakuan Rs harus diselidiki. Terlepas dia pelaku pengeroyokan atau bukan, membawa senjata tajam, termasuk pedang, dapat dijerat UU Darurat Tahun 1951.

Dengan demikian tindakan polisi sudah benar. Benarkah pedang tersebut digunakan untuk mencari ikan ? Inilah yang harus didalami. Sebab, sangat jarang orang mancing kok membawa pedang, apa hubungannya ? Ini berbeda dengan orang yang nyuluh atau mencari belut di sawah misalnya, senjatanya memang pedang dan dilengkapi lampu penerangan. Dari penampilannya sangat berbeda antara orang yang nyuluh dengan memancing.

Menghadapi hal demikian, polisi tidak boleh kecolongan sekaligus juga tak boleh bertindak berlebihan. Harus diselidiki apakah Rs memang sering membawa pedang ketika memancing, atau hanya saat itu saja. Dari situlah nanti akan terlihat apakah ada unsur kesalahan atau tidak.
Ini tentu berbeda dengan petani yang tiap hari ke sawah membawa arit.

Keperluannya jelas untuk kepentingan yang berhubungan dengan pertanian. Begitu pula pedagang keliling yang membawa pisau, bendo dan sebagainya, tentu tak dapat dijerat UU Darurat. Dari penampilannya juga sangat kentara profesi mereka sebagai petani atau pedagang.

Tindakan pencegahan menjadi prioritas utama kepolisian karena saat ini masih marak kejahatan yang menggunakan senjata tajam. Selama ini razia lebih diarahkan kepada cah klitih atau remaja, karena mereka potensial bikin onar di masyarakat. Sudah seharusnya masyarakat juga mendukung razia yang digelar aparat. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SIMPAN GANJA TANPA IZIN- Oknum Mahasiswa Diseret ke Pengadilan

    YOGYA (MERAPI)- Seorang oknum mahasiswa, AAS (23) asal Sumatera Utara yang tinggal di kos Ngebelgede Sardonoharjo Ngaglik Sleman

Close