Tak Asal Selfie

ilustrasi
ilustrasi

AKTIVITAS selfie atau berswafoto di rel kereta api (KA) kembali menelan korban. Kali ini menelan korban seorang pemuda, Krismanto (18) warga Purbalingga. Ia tewas tersambar KA Logawa di rel ganda Desa Bapangsari Bagelen Purworejo, Kamis petang lalu. Temannya, Akmal (15) tak bisa berbuat apa-apa ketika tubuh Krismanto tersambar KA dan terpental hingga beberapa meter. Krismanto pun meninggal di tempat kejadian dengan kondisi kepala luka parah.

Bukan sekali ini selfie di rel KA membawa korban. Beragam pertanyaan pun muncul, misalnya apakah korban sama sekali tidak mengetahui ketika KA akan lewat ? Apalagi, masinis telah membunyikan klakson hingga beberapa kali. Atau, jangan-jangan tempat yang digunakan untuk selfie angker sehingga korban benar-benar dibuat tidak mendengar ?

Entahlah, yang jelas, menurut aturan orang dilarang berada di rel kereta api, untuk keperluan apapun, kecuali petugas. Begitu pula aktivitas selfie, juga dilarang di area rel KA. Sekalipun masinis bisa melihat secara jelas orang yang berada dalam keadaan bahaya karena di rel KA, ia hanya menglakson tanpa bisa mengerem. Sebab, bila mengerem secara mendadak, justru membahayakan keselamatan penumpang.

Berbeda dengan angkutan lain, seperti bus maupun travel, kecelakaan seperti dialami Krismanto, tak dapat dituntut secara hukum, karena masinis dalam posisi benar. Terlebih, masinis sudah berusaha memperingatkan Krismanto namun tidak mendengar. Karena itu, tak ada cara lain untuk mengantisipasi kasus semacam itu, kecuali tidak berselfie di rel KA.

Sejauh ini belum ada penelitian apa penyebab korban tidak mendengar kereta yang hendak lewat. Boleh jadi, korban tidak fokus atau abai terhadap situasi sekelilingnya, sehingga kereta api yang hendak lewat pun tak terdengar. Padahal, dalam kondisi normal, dalam radius tertentu, orang sudah bisa mendengar suara KA yang hendak lewat, kecuali yang bersangkutan mengalami gangguan pendengaran.

Mengawasi satu persatu orang yang berada di rel KA tentu tidaklah mungkin. Karenanya dibutuhkan kesadaran pribadi untuk menjaga kesematan masing-masing. Boleh saja berswafoto, namun jangan mendekati area yang membahayakan keselamatan jiwa, seperti di rel KA. Diharapkan, kasus yang menimpa Krismanto adalah yang terakhir. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ILUSTRASI
Diclurit Gara-gara Status WA

YOGYA (MERAPI)- Seorang pemuda, Elva Raymono Valdino (20) warga Jogoyudan, Jetis, Yogya dikeroyok dan dibacok clurit oleh 7 orang temannya

Close