Modus Bobol ATM

 

ilustrasi cermin
ilustrasi cermin

KOMPLOTAN pembobol ATM kembali beraksi di Yogya. Mereka merupakan sindikat pembobol ATM lintas provinsi. Warga yang tidak waspada, rentan menjadi sasaran. Kali ini mereka menyasar korban pengunjung minimarket. Ya, mereka mengincar ATM tanpa box.

Salah satu korbannya, Ny Yfs (51), warga Pendowoharjo Sleman. Ia menjadi korban saat mengambil uang di ATM toko jejaring Jalan Menteri Supeno baru-baru ini. Ketika tidak bisa melakukan penarikan di ATM, tiba-tiba ada orang yang membantu. Entah bagaimana caranya, pelaku berhasil mendapatkan nomor PIN korban. Setelah itu pelaku menguras rekening korban di ATM lain. Untung, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV, sehingga empat dari lima pelaku berhasil dibekuk.

Meski polisi sudah berulang kali mengingatkan masyarakat waspada, kejadian serupa terus berulang dengan modus mirip-mirip. Hampir semua kasus ada kesamaan, yaitu pelaku berlagak menolong korban. Misalnya membantu memencetkan nomor, cara menghubungi service center dan sebagainya. Ujung-ujungnya, pelaku mengetahui nomor PIN korban. Dan, begitu nomor PIN sudah di tangan pelaku, rekening korban bakal dikuras habis.

Ada yang menduga pelaku menggunakan gendam sehingga korban nurut. Dugaan ini bisa benar bisa pula keliru. Padahal, pelaku lebih banyak memanfaatkan kondisi psikologis korbannya. Misalnya, ketika calon korbannya tak bisa menarik uang, kemudian ada pihak yang hendak membantunya, korban umumnya akan terbuka dan menerima dengan baik. Padahal, itu hanyalah trik pelaku untuk mendapat kepercayaan dari calon korbannya. Bila korban sudah percaya, maka semua mudah dilakukan.

Pembobolan di ATM toko berjejaring dilakukan sangat terbuka, dan boleh jadi dilihat banyak orang, sehingga perlu keahlian khusus. Di setiap toko berjejaring, ATM dipasang secara terbuka tanpa box. Tapi pelaku sepertinya tidak kurang akal, mencari cara bagaimana agar mendapatkan PIN korban. Sebab, tanpa itu, mereka sulit beraksi.

Cara paling halus, ketika korban memencet nomor PIN sendiri, pelaku sepertinya tidak memperhatikan, padahal mereka sebenarnya sedang menghapal nomor tersebut. Mungkin korban merasa aman karena tidak memberikan PIN kepada pelaku. Itulah kelihaian pelaku, tanpa harus meminta, mereka bisa mengetahui nomor PIN yang dipencet korban. Atau bisa pula, dengan kelihaiannya, pelaku menukar kartu korban tanpa sepengetahuan korban. (Hudono)

Read previous post:
Cagub Sudirman Said Janji Hidupkan Lumbung Desa

BLORA ( MERAPI ) – Provinsi Jateng bisa menjadi lumbung pangan nasional karena lahan persawahan masih luas. "Hanya perlu pendampingan

Close