Kampanye Berani Hidup

Kampanye Berani Hidup
Kampanye Berani Hidup

KASUS bunuh diri di DIY, terutama di kabupaten Gunungkidul terus terjadi. Bahkan, Satgas Anti Bunuh Diri yang baru-baru ini dibentuk di Gunungkidul seolah tak berdaya. Mereka tak bisa menghentikan aksi nekat warga yang membunuh diri sendiri.

Terakhir, mudah-mudahan memang yang terakhir, bunuh diri dilakukan seorang nenek Surani (66) warga Desa Ngawu Kecamatan Playen Gunungkidul. Selasa pagi pekan lalu ia ditemukan tergeletak lemas di rumahnya. Sedang di sampingnya ditemukan obat pembasmi rumput. Diduga ia nekat menenggak obat beracun untuk mengakhiri hidup. Ketika dibawa ke rumah sakit oleh sang suami, nyawa Surani sudah tak bisa ditolong.

Masih belum jelas motif Surani melakukan bunuh diri. Tapi dugaan sementara yang bersangkutan mengalami depresi berat akibat faktor ekonomi keluarga. Bila kita cermati, faktor penyebab bunuh diri di Gunungkidul maupun daerah lain, hanya itu-itu saja, antara lain karena kemiskinan, sakit yang tak kunjung sembuh dan putus cinta (khusus orang muda).

Lantas, bagaimana penanggulangannya, ya itu-itu saja. Akibatnya peristiwa serupa berulang setiap tahun. Kita tak bisa mengabaikan masih dipercayainya budaya pulung gantung di Gunungkidul oleh sebagian masyarakat. Hanya saja secara ilmiah sulit dibuktikan. Pun kita tak bisa serta merta menyalahkan Satgas Anti Bunuh Diri yang gagal mencegah orang berbuat nekat.

Meski banyak faktor penyebab bunuh diri, namun kunci pencegah utama terletak pada keluarga. Harus ada kepedulian yang tinggi bila ada salah satu anggota keluarganya yang bermasalah. Bila anggota keluarga tak mampu mengatasi, bisa minta bantuan pemerintah daerah setempat, sesuai bidangnya. Misalnya, bila menyangkut faktor ekonomi, bisa menghubungi Dinas Sosial setempat untuk dicarikan jalan keluarnya.

Jika demikian, instansi di jajaran Pemkab juga harus siap dikeluhi warganya. Apalagi, mereka adalah abdi rakyat dan abdi negara.

Sudah banyak ceramah atau penyuluhan diberikan kepada masyarakat, tapi belum jelas efektivitasnya. Rasanya masyarakat saat ini membutuhkan hal-hal yang bersifat konkret, bukan sekadar pengarahan atau pernyataan.
Dengan begitu, nantinya masyarakat akan tersadar dan sangat menghargai hidup. Mereka akan berani menghadapi hidup, apapun cobaannya. Karenanya kampanye berani hidup harus digalakkan. (Hudono)

Read previous post:
Mobil milik sopir taksi online Gocar yang ditinggal pelaku
MOBIL DITEMUKAN DI PINGGIR JALAN – Pelaku Pembunuhan Sopir Gocar Diduga 2 Orang

SEMARANG (MERAPI) - Sebuah mobil Grand Livina hitam milik sopir taksi online Gocar yang tewas digorok, Senin(22/1) ditemukan di pinggir jalan

Close